Kurangi Impor, Profesor ITS Kembangkan Material Komposit Berbasis Lokal

  • 17 Jul 2026 04:37 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Guru Besar ke-248 ITS Prof. Dr. Eng. Hosta Ardhyananta mengembangkan material komposit polimer hibrida berbasis sumber daya lokal. Inovasi ini bertujuan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap material impor.

Hosta menjelaskan material komposit polimer memiliki potensi besar mendukung berbagai sektor strategis. Sektor tersebut meliputi transportasi, dirgantara, energi, konstruksi, kesehatan, hingga pertahanan.

"Kebutuhan material ringan, berkinerja tinggi, dan berkelanjutan terus meningkat di berbagai sektor," ujar Hosta, Kamis, 16 Juli 2026. Dosen Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS itu menjelaskan material komposit tersusun dari matriks polimer dan filler penguat.

Menurutnya, matriks dapat berasal dari minyak bumi, tumbuhan, maupun hewan. "Serat alami, biomassa, selulosa, dan serat mikro berpotensi menjadi filler dengan performa menjanjikan," katanya.

Hosta mengembangkan material komposit hibrida menggunakan dua atau lebih komponen pengisi. Kombinasi filler partikel mikro dan serat mikro menghasilkan material ringan dengan kekuatan mekanik tinggi.

"Kombinasi tersebut menghasilkan densitas rendah, tetapi memiliki kekuatan mekanik yang unggul," ucapnya. Keunggulan penelitian ini terletak pada pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit sebagai serat selulosa.

Menurut Hosta, bahan tersebut melimpah tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. "Filler limbah serat alam memiliki ikatan kuat pada matriks epoksi sehingga bernilai tinggi," kata alumnus Toyohashi University of Technology, Jepang itu.

Hasil pengujian menunjukkan peningkatan kekuatan lentur dan tarik tanpa menaikkan densitas material. Serat selulosa memperkuat interaksi antarkomponen sehingga transfer beban tegangan menjadi lebih baik.

"Pemanfaatan sumber daya lokal dapat mengurangi ketergantungan terhadap material impor," tegas Hosta. Hosta berharap kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan pemerintah mempercepat pengembangan material komposit hibrida.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....