Terangin, Inovasi Turbin Angin-Surya Karya Mahasiswa ITS untuk Petani
- 06 Mei 2026 20:18 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Mahasiswa ITS ciptakan turbin angin surya untuk petani
- Inovasi Terangin bantu atasi hama tanpa pestisida
- Energi terbarukan hasilkan listrik 2,1 kWh per hari
- Teknologi murah dan efisien, biaya lebih hemat petani
- Inovasi masuk Top 6 kompetisi global tahun 2026
RRI.CO.ID, Surabaya - Keresahan petani akibat hama memicu inovasi energi terbarukan dari mahasiswa ITS. Inovasi ini memanfaatkan energi angin dan surya melalui turbin ramah lingkungan bernama Terangin.
CEO Terangin, Muhammad Hanif, menjelaskan inovasi ini berawal dari riset kompetisi. Ia terinspirasi potensi angin di Nganjuk sebagai sentra bawang merah.
“Awalnya riset lomba, lalu kami mendirikan perusahaan sebagai legalitas,” ucap Hanif, Rabu, 6 Mei 2026 Langkah itu diambil setelah muncul kebutuhan dan minat pasar.
Terangin menggunakan sistem microgrid berbasis energi angin dan surya. Sistem ini mengoperasikan lampu jebakan hama secara otomatis.
Desainnya dibuat sederhana agar mudah digunakan petani. Pendekatan ini menghindari ketergantungan pada teknologi yang rumit.
Turbin ini memakai pondasi modular non-permanen untuk efisiensi biaya. Biayanya delapan kali lebih murah dibandingkan pondasi beton.
Selain itu, sistem rem otomatis tanpa listrik turut dikembangkan tim. Teknologi ini dinamakan rem angin atau remin.
“Rem ini tidak memerlukan listrik dan bekerja otomatis,” kata Hanif. Sistem tersebut lebih hemat dan minim perawatan.
Untuk perawatan, Terangin memanfaatkan teknologi drone. Pemantauan jarak jauh membuat deteksi kerusakan lebih cepat.
Sistem ini mampu menghasilkan energi sebesar 2,1 kWh per hari. Energi digunakan untuk lampu hama, irigasi, dan sprinkler.
“Penggunaan ini dapat mengurangi pestisida dan meningkatkan hasil panen,” ujarnya. Manfaat ini dirasakan langsung oleh petani.
Hanif menyebut penghematan bisa mencapai puluhan juta rupiah per hektar. Risiko gagal panen akibat hama juga menurun signifikan.
“Pengurangan pestisida meningkatkan kesuburan tanah,” katanya. Hal ini berdampak pada peningkatan produksi pertanian.
Pengembangan Terangin melibatkan tim lintas disiplin dari ITS. Anggota berasal dari teknik mesin, statistika, dan manajemen bisnis.
Terangin meraih berbagai prestasi nasional dan internasional. Inovasi ini masuk Top 6 Fowler Global Innovation Challenge 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....