UTBK 2026 di Unesa Kondusif, meski Temukan Kecurangan

  • 21 Apr 2026 20:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Universitas Negeri Surabaya menegaskan komitmen menjaga integritas UTBK-SNBT 2026. Hari pertama berlangsung kondusif meski ditemukan dugaan kecurangan.

Pada sesi pertama pukul 06.45–10.30 WIB, panitia mendeteksi indikasi pelanggaran. Penanganan dilakukan cepat tanpa mengganggu peserta lain.

Wakil Rektor I Unesa, Martadi, menyebut potensi kecurangan telah diantisipasi sejak awal. Fokus pengawasan diperketat pada program studi yang rawan.

“Kami sudah memetakan potensi sejak awal. Pengawasan diperketat dan SOP dijalankan rinci,” ujarnya. Panitia menemukan indikasi perjokian melalui pemalsuan dokumen.

Peserta tetap menyelesaikan ujian sebelum diamankan untuk pemeriksaan. “Kecurangan sekecil apa pun dapat kami deteksi. Setelah ujian, kami langsung melakukan pendalaman,” katanya.

Pemeriksaan awal menemukan dugaan pemalsuan ijazah dan dokumen kependudukan. Tim menghubungi sekolah untuk memperoleh data pembanding.

Sekolah mengirim salinan ijazah asli lengkap dengan identitas resmi pemiliknya. Hasilnya menunjukkan perbedaan mencolok pada bagian foto.

Unesa berkoordinasi dengan panitia pusat dan aparat kepolisian. Langkah ini menegaskan komitmen pada kejujuran dan keadilan seleksi.

“Integritas adalah prioritas utama kami dalam menyelenggarakan UTBK ini,” ujarya. Temuan tersebut menjadi indikator keseriusan panitia menjaga kualitas ujian.

Sistem pengawasan ketat mampu mengungkap kecurangan tersembunyi. Unesa menerapkan langkah preventif, termasuk pemeriksaan ketat dan pembatasan barang.

Pengamanan tas dan sandal khusus digunakan untuk mencegah perangkat tersembunyi. Pelaksanaan hari pertama UTBK-SNBT 2026 di Unesa tetap lancar dan aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....