Sekolah Seni Dorong Pelestarian Budaya Nusantara
- 02 Sep 2026 06:49 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Keberadaan perguruan tinggi dan sekolah berbasis seni di Indonesia dinilai bukan sebagai ancaman bagi pelestarian budaya. Sebaliknya, keberagaman institusi seni dapat menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan dan melestarikan budaya Nusantara.
Pembina Unit Kegiatan Tari dan Karawitan Universitas Airlangga (UNAIR), Widio Rahardjo, mengatakan persaingan dalam berbagai kompetisi seni merupakan hal yang wajar. Namun, persaingan tersebut harus dimaknai secara positif sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kemampuan para pelaku seni.
Menurut Widio, perguruan tinggi seperti Universitas Negeri Surabaya (Unesa) maupun sekolah berbasis seni memiliki keunggulan karena secara khusus mendidik peserta didiknya dalam bidang kesenian. “Kampus Universitas Negeri Surabaya, Unesa, dan sekolah-sekolah yang berbasis seni itu pasti merupakan pesaing utama,” ujar Widio, Selasa, 1 September 2026. Namun, ia menegaskan bahwa persaingan tersebut tidak dimaknai secara negatif.
Keberadaan institusi pendidikan seni justru menjadi motivasi bagi kelompok seni dari berbagai perguruan tinggi untuk terus berkembang. “Bukan berarti secara negatif. Kita tahu bahwa mereka memang dididik untuk itu,” katanya.
| Baca juga: Siswa SD Luncurkan Tiga Buku saat Kelulusan |
Widio menyebut sejumlah institusi yang memiliki fokus kuat terhadap pendidikan seni, seperti Unesa, Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, hingga ISI Jakarta. Institusi tersebut memiliki sistem pendidikan yang secara khusus mempersiapkan mahasiswa dan peserta didiknya untuk mendalami berbagai bidang kesenian. Kondisi itu membuat persaingan dalam kompetisi menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari.
Menurutnya, kompetisi seni dapat menjadi ruang untuk saling belajar dan meningkatkan kualitas penampilan. Persaingan juga dapat mendorong setiap kelompok untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya Nusantara.
Bagi Unit Kegiatan Tari dan Karawitan UNAIR, keberadaan sekolah dan perguruan tinggi berbasis seni justru menjadi tantangan positif. Semangat tersebut diharapkan mampu memperkuat keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya Indonesia.
Widio menekankan bahwa tujuan utama dari berbagai aktivitas dan kompetisi seni bukan sekadar meraih kemenangan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga serta melestarikan kekayaan budaya Nusantara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....