ITS Dorong Transformasi menuju Entrepreneurial University

  • 14 Apr 2026 14:51 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan soft launching integrasi Science Techno Park (STP) ITS 2027 di Gedung Creative Center A. Kegiatan ini mendukung transformasi menuju entrepreneurial university.

Acara tersebut dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy. Kegiatan ini memperkuat ekosistem inovasi dan ekonomi berbasis pengetahuan.

STP merupakan program pemerintah yang masih berkembang dan belum mencapai target nasional. Target tersebut sebanyak 100 STP di seluruh Indonesia.

Namun, STP ITS masuk lima besar STP top-tier nasional dalam Konvensi Sains Teknologi Indonesia. ITS bersanding dengan UI, ITB, UGM, dan IPB.

STP ITS menjadi satu-satunya yang memiliki fasilitas sirkuit untuk riset otomotif. Fasilitas ini mendukung inovasi kendaraan dan teknologi transportasi.

Pemerintah juga menyiapkan Badan Transfer Teknologi Nasional untuk hilirisasi riset. Lembaga ini mengawasi komersialisasi inovasi perguruan tinggi.

“Sudah waktunya membangun ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi,” ujar Rachmat, Senin, 13 April 2026. “Operasional STP menjadi penanaman modal bagi startup kampus.”

Rachmat bersama Rektor ITS meninjau langsung kawasan STP ITS. Peninjauan mencakup area pengembangan laboratorium masa depan.

Rektor ITS, Bambang Pramujati, menyebut ITS menjadi elemen aktif dalam hilirisasi riset. Kawasan STP seluas 10 hektare menghubungkan riset dengan industri.

“Penguatan STP dilakukan melalui infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia,” ujar Bambang. Hal ini untuk meningkatkan kapasitas inovasi.

STP ITS mengelola empat klaster utama inovasi. Klaster tersebut meliputi maritim, otomotif, TIK/robotika, dan industri kreatif.

“Produk inovasi meliputi alat kesehatan, robot RAISA, kendaraan listrik, hingga kapal otonom i-Boat,” katanya. Produk ini mendukung kebutuhan teknologi tepat guna.

Pengembangan STP didukung program HETI dari Asian Development Bank. Pendanaan mencapai Rp650 miliar sejak 2022.

ITS juga merencanakan pembangunan RS Pendidikan dan pusat semikonduktor. Proyek ini mengintegrasikan teknologi dengan layanan kesehatan.

“Rumah sakit ITS didukung prodi Teknologi Kedokteran untuk integrasi kesehatan dan teknologi,” kata Bambang. Inisiatif ini sejalan program pemerintah.

Integrasi STP ITS turut mendukung pencapaian SDGs. Fokus pada pendidikan berkualitas serta industri, inovasi, dan infrastruktur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....