Profesor ITS Perkuat Inovasi Melalui Pemodelan AI

  • 14 Jul 2026 19:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Perkembangan kecerdasan buatan semakin pesat di berbagai sektor kehidupan. Guru Besar ITS Prof Syamsul Arifin memperkenalkan pemodelan sistem berbasis AI untuk menjawab tantangan tersebut.

Dalam orasi pengukuhannya, Syamsul memperkenalkan paradigma System Modeling Based on Artificial Intelligence (SYMBA-AI). “Pendekatan ini juga dapat diterapkan pada kurikulum pendidikan tinggi berbasis STEM,” ujarnya, Selasa, 14 Juli 2026.

Syamsul menjelaskan pemodelan sistem menghubungkan data, pengetahuan, dan kecerdasan buatan menjadi solusi adaptif. “Pemodelan sistem menjadi jembatan yang menghasilkan solusi relevan bagi masyarakat,” katanya.

Salah satu inovasinya ialah Buoy Weather Tipe II berbasis Internet of Things. Perangkat ini memantau gelombang, angin, arus, suhu, dan kelembapan laut secara real-time.

Buoy Weather Tipe II menggabungkan Fuzzy Logic System dan Artificial Neural Network. “Prediktor kami mencatatkan akurasi hingga 86 persen,” ucap Syamsul.

Informasi kondisi pelayaran dapat diakses nelayan melalui telepon seluler. Sistem menampilkan status aman, waspada, atau tidak layak berlayar berdasarkan analisis AI.

Syamsul juga mengembangkan Intelligent Learning Ecosystem berbasis mobile learning untuk pendidikan tinggi. Sistem memantau atensi mahasiswa melalui analisis ekspresi wajah saat perkuliahan daring.

Paradigma SYMBA-AI memperluas penerapan kecerdasan buatan pada sektor maritim, transportasi, kesehatan, dan pendidikan. Pendekatan ini mendukung penguatan SDM menuju Indonesia Emas 2045.

Syamsul menegaskan pemodelan cerdas menjadi fondasi kemandirian teknologi nasional. “Belajar adalah mengubah pengetahuan menjadi kebijaksanaan dan kasih sayang," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....