Sebanyak 1.845 Data Warga Surabaya Turun Desil setelah Pemutakhiran

  • 08 Sep 2026 06:30 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Sebanyak 3.283 aduan desil masuk pada triwulan III 2026, dengan 1.845 data turun, 345 naik, dan 1.093 tetap.
  • Pemutakhiran dapat diajukan melalui empat jalur, yakni aplikasi Cek Bansos, Perlinsos Digital, Badan Pusat Statistik, dan kelurahan.
  • Pemkot Surabaya mendorong RT dan RW aktif mengusulkan pemutakhiran agar bantuan sosial semakin tepat sasaran.

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya terus memfasilitasi pemutakhiran data desil warga agar sesuai kondisi sosial ekonomi sebenarnya. Langkah ini dilakukan untuk mendukung penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran. Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, pada triwulan III 2026 terdapat 3.283 aduan desil melalui mekanisme sanggahan. Hasilnya, sebanyak 1.845 data warga turun desil, 345 naik, dan 1.093 tetap.

“Dari total 3.283 aduan sanggahan, itu yang naik desilnya ada 345. Yang turun desilnya ada di 1.845 dan ada yang tetap itu di 1.093,” ujar Antiek, Senin, 7 September 2026.

Antiek menjelaskan, Dinas Sosial Kota Surabaya melakukan pengecekan lapangan dan mengusulkan pemutakhiran data kepada pemerintah pusat. Sementara proses akhir penentuan dan pemeringkatan desil tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Ia mengatakan, data yang diterima Dinas Sosial Kota Surabaya mencakup desil 1 hingga 5. Sementara data desil 1 hingga 10 dapat diperoleh melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

Menurut Antiek, masih terdapat warga yang belum masuk pemeringkatan desil. Kondisi itu dapat terjadi karena saat survei Badan Pusat Statistik, warga tidak berada di tempat atau alamatnya tidak ditemukan.

Data desil digunakan sebagai salah satu dasar penentuan penerima program bantuan. Kementerian Sosial menggunakan desil 1 hingga 4 untuk bantuan sosial, sedangkan desil 1 hingga 5 digunakan untuk kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Penerima Bantuan Iuran.

Masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan desil yang tercatat dapat mengajukan sanggahan. Pengajuan dapat dilakukan secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos dengan menyertakan identitas dan bukti kondisi tempat tinggal.

Selain aplikasi Cek Bansos, warga dapat memperbarui data melalui Perlinsos Digital. Masyarakat juga dapat menyampaikan pembaruan melalui laman Badan Pusat Statistik dan kelurahan setempat.

“Jadi yang pertama bisa melalui Cek Bansos secara mandiri. Yang kedua melalui Perlinsos. Yang ketiga melalui BPS. Dan keempat bisa melalui kelurahan,” ujarnya.

Antiek juga mengajak RT dan RW mencermati kondisi sosial ekonomi warga di lingkungannya. Warga yang tidak mampu tetapi tercatat pada desil 6 hingga 10 dapat didata untuk diusulkan dalam pemutakhiran.

Sebaliknya, warga yang sudah tergolong mampu tetapi masih tercatat pada desil 1 hingga 5 juga diharapkan dilaporkan. Langkah tersebut diperlukan agar data sosial ekonomi semakin sesuai dengan kondisi masyarakat.

Pemkot Surabaya melalui Dinas Sosial akan melakukan penelusuran lapangan berdasarkan usulan masyarakat. Hasil penelusuran kemudian menjadi bahan usulan pembaruan data kepada pemerintah pusat.

“Kesempatan ini mari kita memperbaiki bersama-sama data itu dan supaya bantuan ini bisa tepat sasaran, itu adalah mereka yang betul-betul membutuhkan,” ujar Antiek.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....