Pemkot Surabaya Tangani 2.375 Kejadian Darurat Sepanjang Agustus 2026
- 09 Sep 2026 10:18 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- CC 112 Surabaya tangani 2.375 kejadian darurat sepanjang Agustus 2026, didominasi medis 1.244, laka lantas 868, kebakaran 141 kasus.
- Selain itu ada 43 kejadian lain, 26 masalah hewan, 25 penemuan jenazah, 12 pohon tumbang, 8 psikososial, 5 rumah rusak, 2 tersesat, 1 tenggelam.
- Pemkot imbau warga waspada dan hubungi CC 112 atau WhatsApp 081-131-112-112 untuk bantuan darurat cepat 24 jam.
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat pelayanan publik dalam memberikan respons cepat terhadap berbagai situasi kedaruratan masyarakat sehari-hari. Sepanjang Agustus 2026, Command Center 112 Surabaya mencatat sebanyak 2.375 kejadian kedaruratan yang mendapat penanganan petugas.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan layanan CC 112 mencakup berbagai kondisi yang membutuhkan respons cepat, mulai dari keadaan medis hingga kecelakaan lalu lintas. "Data Command Center (CC) 112 Surabaya mencatat sebanyak 2.375 kejadian kedaruratan yang ditangani sepanjang Agustus 2026. Kasus didominasi darurat medis sebanyak 1.244 kejadian, disusul kecelakaan lalu lintas sebanyak 868 kejadian dan kebakaran sebanyak 141 kejadian," kata Irvan, Rabu, 9 September 2026.
Menurut Irvan, data tersebut menunjukkan peran CC 112 sebagai instrumen pelayanan publik Pemkot Surabaya dalam merespons kebutuhan masyarakat saat darurat. Dari total kejadian, darurat medis dan kecelakaan lalu lintas menjadi dua kategori terbanyak dengan total mencapai 2.112 kejadian.
"Selain itu, petugas CC 112 juga memberikan penanganan terhadap 43 kejadian darurat lainnya, 26 masalah hewan, 25 penemuan jenazah, 12 kejadian pohon tumbang, dan delapan kasus psikososial," tuturnya. Sepanjang Agustus 2026, CC 112 juga menangani lima kejadian rumah rusak, dua orang tersesat, dan satu orang tenggelam.
Irvan menjelaskan darurat medis merupakan kondisi kesehatan yang membutuhkan pertolongan segera karena berpotensi mengancam nyawa. "Contoh darurat medis seperti sesak napas berat atau sulit bernapas, nyeri dada hebat atau dicurigai serangan jantung. Lalu, orang tidak sadarkan diri atau sulit dibangunkan, pendarahan hebat, kejang berkepanjangan, cedera akibat kecelakaan hingga keracunan berat," ujarnya.
Sementara untuk kategori genangan, Irvan memastikan tidak ada kejadian tercatat selama Agustus 2026. "Sementara untuk kategori genangan, tidak terdapat kejadian yang tercatat selama Agustus 2026," ucap Irvan.
Ia menggarisbawahi pola kejadian tersebut menjadi gambaran bahwa layanan kedaruratan dibutuhkan di tengah aktivitas harian warga. "Data bulan Agustus 2026 menunjukkan kedaruratan di Surabaya masih didominasi secara mutlak oleh kasus darurat medis dan kecelakaan lalu lintas. Kemudian disusul oleh penanganan pada rumah rusak dan masalah hewan," katanya.
Sebagian besar intervensi berlangsung di wilayah dengan mobilitas tinggi dan terjadi pada jam-jam sibuk masyarakat. "Sebagian besar intervensi kedaruratan berlokasi di wilayah dengan mobilitas tinggi dan terjadi pada jam-jam sibuk masyarakat-pagi, sore, hingga malam hari," ucapnya.
Melalui CC 112, Irvan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memahami akses bantuan saat kondisi darurat. Kesiapsiagaan warga menjadi bagian penting untuk mendukung efektivitas penanganan yang dilakukan Pemkot Surabaya.
"Karena mayoritas yang terdampak adalah warga Surabaya yang sedang beraktivitas. Ini menjadi pengingat kuat bahwa risiko tersebut sangat dekat dengan kehidupan kita," pesan Irvan. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat perlu berjalan beriringan dengan respons pemkot agar penanganan optimal.
"Keselamatan bersama selalu dimulai dari kepedulian dan kesiapsiagaan diri sendiri," katanya. Irvan menambahkan keadaan darurat tidak selalu berupa bencana besar, melainkan banyak terjadi di sekitar kita dalam aktivitas sehari-hari.
"Keadaan darurat di Surabaya nggak selalu berupa bencana besar. Banyak kejadian justru terjadi di sekitar kita, dalam aktivitas sehari-hari," ucapnya. Untuk akses bantuan, masyarakat dapat menghubungi CC 112 atau WhatsApp di 081-131-112-112 sebagai saluran bantuan kedaruratan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....