Command Center 112 Surabaya Percepat Respons Warga, Didukung 222 CCTV
- 11 Sep 2026 14:24 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Pemkot Surabaya perkuat Command Center 112 yang dibentuk 26 Juli 2016, didukung 9 perangkat daerah, 10 pos terpadu target 13 pos, dan 222 dari 4.000 CCTV untuk percepat asesmen laporan warga.
- Standar waktu respons kini maksimal 7 menit, untuk kebakaran 6,5 menit dari sebelumnya 10 menit. Penguatan medis lewat ambulans puskesmas dan koordinasi rumah sakit terdekat agar rujukan pasien lebih cepat.
- Warga bisa lapor via 112 dan WhatsApp 081131112112 dengan foto dan titik lokasi. Laporan palsu kurang dari 5 persen, semua laporan tetap diverifikasi. Prinsip: kemanusiaan di atas segalanya.
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemkot Surabaya terus memperkuat layanan Command Center 112 sebagai pusat koordinasi pelayanan masyarakat, Jumat, 11 September 2026. Sistem tidak hanya menerima laporan, tetapi memastikan asesmen hingga tindak lanjut petugas lapangan.
Kepala BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan Command Center 112 dibangun untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada warga. Layanan dibentuk 26 Juli 2016 dan menjadi pintu utama bantuan masyarakat.
Melalui sistem tersebut, laporan warga langsung dihubungkan dengan perangkat daerah dan petugas lapangan. Penanganannya mencakup kegawatdaruratan medis, kebakaran, kebencanaan, hingga gangguan ketenteraman dan lingkungan.
“Filosofinya sederhana, ketika warga membutuhkan bantuan, kami harus bisa merespons secepat mungkin,” kata Irvan. "Sehingga warga merasa terlayani dengan baik," imbuhnya.
Kecepatan respons didukung sistem yang menghubungkan sembilan perangkat daerah, pos terpadu, tenaga medis. Dengan pola tersebut, laporan warga segera diterjemahkan menjadi tindakan lapangan.
Untuk memperpendek jarak, jumlah pos terpadu dari tujuh bertambah menjadi 10 pos. Keberadaan pos ditargetkan mencapai 13 pos untuk respons lebih cepat.
“Surabaya ini kota besar, ketika beberapa kejadian terjadi bersamaan, kami harus mengatur skala prioritas,” ujarnya. "Melihat lokasi kejadian dan menentukan pos terpadu paling dekat agar waktu respons tetap tercapai," tambahnya.
Jika awalnya target respons ditetapkan 10 menit, kini maksimal tujuh menit. Khusus penanganan kebakaran, waktu respons ditargetkan sekitar 6,5 menit.
Penguatan layanan dilakukan untuk kegawatdaruratan medis lewat dukungan ambulans dari puskesmas. "Komunikasi dengan rumah sakit di Surabaya terus dibangun agar pasien diarahkan ke fasilitas terdekat," ungkapnya.
Command Center 112 juga menangani persoalan warga non-darurat yang butuh keterlibatan pemerintah. Pemkot Surabaya menyediakan kanal WhatsApp di nomor 081131112112 untuk laporan warga.
“Ketika warga menghubungi 112, artinya mereka membutuhkan bantuan. Selanjutnya kami melakukan asesmen dan menentukan bentuk penanganan yang sesuai,” ujarnya.
"Kemanusiaan di atas segalanya. Jadi, jangan ragu menghubungi 112 ketika membutuhkan bantuan," tegas Irvan. "Kami memastikan setiap laporan akan kami upayakan untuk dilayani dan ditindaklanjuti," tambahnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya Linda Novanti mengatakan teknologi memperkuat pemantauan dan verifikasi laporan. Pemanfaatan CCTV memungkinkan petugas melihat kondisi lapangan sebelum penanganan.
Saat ini terdapat hampir 4.000 titik CCTV tersebar di Kota Surabaya, dari jumlah itu, 222 titik dipantau langsung melalui ruang CCTV Command Center 112. “CCTV sangat membantu, terutama untuk kejadian yang membutuhkan respons cepat dan informasi akurat,” jelas Linda. Ia menyebut laporan tidak sesuai kondisi sebenarnya relatif kecil, kurang dari lima persen.
“Laporan tidak dapat begitu saja diabaikan hanya karena dicurigai sebagai laporan palsu. Setiap informasi tetap perlu diverifikasi agar tidak merugikan warga yang membutuhkan pertolongan," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....