Pemkot Surabaya Minta Warga Jaga Akses Jalan Darurat

  • 14 Agt 2026 19:16 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemkot Surabaya mendorong masyarakat menjaga akses jalan lingkungan untuk mempercepat penanganan kondisi darurat. Akses tersebut harus bebas dari kendaraan yang parkir di badan jalan maupun portal tertutup.

Kepala BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan aksesibilitas menjadi faktor penting dalam penanganan kedaruratan. Hal itu mencakup kejadian kebakaran maupun kondisi darurat medis yang membutuhkan respons cepat.

“Beberapa kendala yang kita alami salah satunya terkait kemudahan akses menuju kejadian apa pun,” ujar Irvan, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurutnya, akses yang tidak terhalang membantu petugas bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Irvan menyebut kendaraan warga yang parkir di badan jalan masih menjadi kendala di lapangan.

“Kita semua membutuhkan kecepatan penanganan kedaruratan melalui aksesibilitas yang tidak terhalang,” katanya.

Selain parkir, keberadaan portal di kawasan permukiman juga menjadi perhatian BPBD Kota Surabaya. Portal yang tertutup saat kejadian dini hari dapat menghambat petugas mencapai lokasi darurat.

Irvan meminta pengelola wilayah menyiapkan mekanisme pembukaan portal ketika terjadi kondisi darurat. “Diharapkan portal yang selama ini tertutup bisa secara cepat dibuka,” paparnya.

Persoalan akses menjadi bagian mitigasi, terutama menghadapi musim kemarau dan fenomena El Nino. BPBD Surabaya mencatat 71 kebakaran hunian selama periode 1 Mei hingga 31 Juli 2026.

Selain kebakaran hunian, BPBD mencatat 163 kebakaran kategori non-pemukiman selama periode tersebut. Kebakaran itu meliputi lahan kosong, gudang, hingga ruko yang tidak digunakan sebagai tempat tinggal.

Surabaya Barat menjadi wilayah dengan kebakaran terbanyak, mencapai 69 kejadian. Selanjutnya Surabaya Selatan 57 kejadian, Surabaya Timur 55, Surabaya Utara 36, dan Surabaya Pusat 17.

BPBD juga mencatat 360 korban yang tertangani selama periode tersebut. Dari jumlah itu, 27 orang mengalami luka-luka dan lima orang meninggal dunia.

Irvan mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena musim kemarau diperkirakan berlangsung satu hingga dua bulan. “Data ini bagian dari mitigasi kita terkait antisipasi, karena musim kemarau masih ada mungkin 1-2 bulan lagi,” tegasnya.

Irvan mencontohkan sistem RW 1 Kelurahan Pucang Sewu, Kecamatan Gubeng, dalam mencegah parkir badan jalan. Ia berharap sistem tersebut dapat diterapkan RW lain sesuai situasi dan kondisi wilayah masing-masing.

“Menjaga akses jalan lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama,” pesan Irvan. Ia meminta camat, lurah, RW, dan RT mengimbau warga tidak memarkir kendaraan di badan jalan.

Pemkot Surabaya berharap kesadaran bersama dapat menjaga akses kendaraan darurat tetap terbuka.Langkah tersebut penting agar petugas dapat memberikan penanganan secara cepat ketika keadaan darurat terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....