2.500 Jemaah Haji Jatim Belum Terbit Visa
- 07 Mei 2025 08:34 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Sekitar 2.500 lebih calon jemaah haji (CJH) Jawa Timur yang belum menerima visa. Sebab, penerbitan visa ini merupakan wewenang pemerintah Arab Saudi.
Ketua Panitia Pelaksanaan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Akhmad Sruji Bahtiar menyebut, Kemenag sudah mengajukan visa sebelum keberangkatan jemaah haji. Lantaran penerbitan visa dari seluruh Indonesia, maka tidak bisa keluar dalam waktu yang sama semuanya.
"Visa sesungguhnya sudah kita ajukan ya, yang reguler itu 17 April 2025, tetapi tentunya karena tidak hanya melayani Indonesia, tapi juga melayani seluruh dunia. Tentunya tidak bisa kemudian keluar sekaligus ya, secara bertahap," kata Sruji, Rabu (7/5/2025).
Totalnya, ada 35.168 CJH di Embarkasi Surabaya, sementara sekitar 32.700 lebih jemaah sudah mendapatkan visa. Sisanya, belum terbit hingga saat ini.
"Alhamdulillah kita sudah di angka kemarin itu sudah di angka 32.700-an visa yang keluar. Hari ini belum saya update, mudah-mudahan sudah ada perkembangan yang signifikan," ujarnya.
Ia pun memastikan, semua jemaah haji asal Embarkasi Surabaya tetap berangkat. Termasuk, jemaah haji yang visanya hingga kini belum terbit.
"Insyaallah jemaah yang sudah melunasi dan masuk di reguler maupun cadangan, Insyaallah tetap sesuai dengan permen yang sudah diusulkan oleh daerah masing-masing, Insyaallah diberangkatkan. Tinggal menunggu visa keluar," jelasnya
Ketua Kakanwil Kemenag Jatim ini mengimbau CJH Embarkasi Surabaya untuk tenang dan sabar menunggu. Sebab, yang menerbitkan visa bukan Pemerintah Indonesia.
"Saya mengimbau kepada jemaah haji untuk tenang, untuk sabar, karena visa ini keundangannya bukan di Kementerian Agama, tapi di Arab Saudi. Insyaallah saya haqqul yaqin bisa diberangkatkan semuanya," katanya.
Sruji berharap, setiap kloter keberangkatan ke Tanah Suci tidak ada open seat. Bila ada open seat di setiap kloter, dikhawatirkan di akhir kloter nanti ada jemaah yang tidak terbang.
Sampai dengan kloter 15 jemaah haji yang tertunda keberangkatannya karena sakit beserta dengan pendampingannya berjumlah empat orang. Jemaah yang tersebut kini dirawat di Rumah Sakit Haji Surabaya
Jemaah yang saat ini dirawat yakni Muhari Karimun, 64, asal Kabupaten Kediri dari kloter 6.
Dirujuk karena mengalami diabetes melitus hipogligemias dan juga gagal ginjal kronik.
Jemaah tersebut dirawat sejak 2 Mei lalu hingga saat ini. Muhari berangkat haji bersama dengan pendampingnya yakni Asti Chayatun yang saat ini juga tertunda keberangkatannya.
Kemudian ada Ummu Sopiyah, 51, dari Kabupaten Gresik, yang tergabung dalam kloter 14 dirawat di rumah sakit karena mengalami anemia, gagal ginjal dan unspecified Kidney failure. Ummu didampingi oleh pendampingnya Akhmad Jupri.
Kondisi kesehatan jemaah haji keseluruhan dari kloter 1-15 cukup bagus, mengingat di tingkat kabupaten/kota jemaah haji telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan sebelum melunasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....