Pemeriksaan Iris Mata Pangkas Antrean Jemaah Haji di Debarkasi Surabaya
- 02 Jun 2026 10:09 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Proses kepulangan jemaah haji Jawa Timur tahun 2026 mengalami perubahan signifikan. Untuk pertama kalinya, Debarkasi Surabaya menerapkan layanan Immigration Seamless Process Corridor Gate yang memungkinkan pemeriksaan keimigrasian dilakukan melalui identifikasi iris mata tanpa cap paspor manual.
Layanan tersebut mulai diterapkan pada kedatangan kloter pertama asal Kabupaten Probolinggo yang tiba di Asrama Haji Surabaya, Senin, 1 Juni 2026 malam. Sebanyak 378 jemaah diproses menggunakan sistem digital yang terhubung dengan data manifes penerbangan.
Sistem digital yang disiapkan Direktorat Jenderal Imigrasi memungkinkan data jemaah terbaca otomatis melalui pemindaian iris mata. Dengan mekanisme itu, proses pemeriksaan menjadi lebih cepat dan nyaman bagi jemaah yang baru menyelesaikan rangkaian ibadah haji.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, menjelaskan sistem tersebut mencocokkan identitas penumpang dengan data penerbangan secara otomatis. "Jemaah cukup membawa paspor, sementara data perlintasan langsung tercatat dalam sistem." katanya.
Ia menyebut pemeriksaan terhadap satu kloter berisi 378 jemaah dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 40 menit. "Sebagai perbandingan, pemeriksaan secara manual sebelumnya membutuhkan waktu antara dua hingga tiga jam." ujarnya.
Selain mempercepat layanan, sistem ini juga meningkatkan akurasi pencocokan data. Tingkat keberhasilannya mencapai 99,9 persen. Hanya beberapa jemaah yang perlu menjalani pemeriksaan manual karena datanya tidak terbaca sistem.
Penerapan Immigration Seamless Process Corridor Gate di Debarkasi Surabaya menjadi bagian dari transformasi layanan keimigrasian berbasis digital yang diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan efisiensi proses kepulangan jemaah haji ke Tanah Air.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....