Abusan Surabaya Hadirkan Street Food Jepang Ramah Kantong
- 03 Jun 2026 15:59 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Usaha kuliner anak muda terus berkembang di Surabaya. Salah satunya Abusan Surabaya yang mengusung konsep street food Jepang dengan harga terjangkau.
Pemilik Abusan Surabaya, Russell Vernon, menceritakan usahanya berawal dari hobi menikmati makanan Jepang. Bersama dua rekannya, ia kemudian membangun bisnis kuliner dengan konsep yang berbeda.
Dalam program Muda Kreatif Pro 2 RRI Surabaya, Russell menjelaskan Abusan berdiri sekitar delapan bulan lalu. Usaha tersebut lahir setelah dirinya dan dua sahabatnya memutuskan keluar dari pekerjaan masing-masing.
“Kami bertiga punya kerjaan masing-masing. Terus saya telepon mereka dan bilang, bikin sesuatu yuk,” ujar Russell.
Ia mengatakan keputusan membuka usaha diambil setelah melalui berbagai diskusi. Ketiganya memiliki latar belakang pertemanan yang sudah terjalin sejak lama.
Russell mengaku mengenal salah satu rekannya sejak sekolah dasar. Kedekatan itu menjadi modal penting dalam membangun usaha bersama.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya soal bisnis. Menyatukan pemikiran dan idealisme dalam tim juga menjadi pekerjaan yang harus dijalani.
“Kami punya prinsip, lihat dulu orangnya siapa baru bikin bisnisnya apa,” ujarnya.
Abusan memilih menghadirkan makanan Jepang dalam format street food. Konsep tersebut dipilih karena masih jarang ditemukan di Surabaya.
Russell melihat banyak masyarakat ingin menikmati makanan Jepang. Namun, sebagian menganggap kuliner Jepang identik dengan restoran besar dan harga mahal.
Karena itu, Abusan mencoba menawarkan pengalaman berbeda. Konsumen dapat menikmati makanan Jepang dengan suasana santai dan harga yang lebih ramah.
“Kami ingin makanan Jepang tidak dianggap mahal dan harus di mal,” ucapnya.
Saat ini Abusan menempati lokasi di Jalan Kupang Jaya 1D Surabaya. Meski berada di area ruko, konsep yang dihadirkan tetap menyerupai tenda street food.
Russell menjelaskan konsep tersebut sengaja dipertahankan. Ia ingin suasana makan terasa lebih dekat dengan budaya jajanan jalanan Jepang.
Menu yang ditawarkan beragam. Beberapa di antaranya chicken katsu, cheese katsu, beef teriyaki, dan yakiniku. Chicken katsu menjadi salah satu menu favorit pelanggan. Produk tersebut juga menjadi andalan dalam promosi di media sosial.
Menurut Russell, satu porsi chicken katsu memiliki ukuran cukup besar. Bahkan, satu porsi dapat dinikmati oleh dua hingga tiga orang. “Hero product kami chicken katsu dengan porsinya besar banget,” katanya.
Harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau. Satu porsi menu andalan dibanderol sekitar Rp30 ribuan. Selain mengandalkan cita rasa, Abusan juga memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pelanggan. Banyak konsumen datang setelah melihat konten promosi di Instagram dan TikTok.
Russell menilai respons masyarakat Surabaya cukup positif. Antusiasme pelanggan menjadi salah satu alasan usaha tersebut mampu bertahan hingga sekarang. “Antusiasme masyarakat Surabaya cukup oke. Mereka penasaran dengan konsep street food Jepang,” ujarnya.
Tidak berhenti pada satu usaha, Russell dan tim juga menyiapkan rencana bisnis baru. Mereka berencana membuka usaha kuliner Indonesia dalam waktu dekat.
Konsep baru tersebut masih berada di sektor makanan jalanan. Namun, kali ini fokusnya pada hidangan khas Indonesia dengan cita rasa kaya rempah.
Russell menyebut menu utama yang sedang disiapkan adalah kari Indonesia. Produk tersebut dirancang memiliki karakter rasa yang kuat dan berbeda. “Kami mau buka Indonesian street food. Main menunya kari,” kata Russell.
Ia berharap usaha baru itu dapat diterima masyarakat Surabaya. Selain memperluas bisnis, langkah tersebut juga menjadi bentuk eksplorasi kekayaan kuliner Nusantara.
Kisah Abusan menunjukkan keberanian anak muda membangun usaha kreatif. Berbekal pertemanan, keberanian mengambil risiko, dan inovasi konsep, mereka berhasil menghadirkan pilihan kuliner baru bagi warga Surabaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....