UMKM Surabaya Terkendala Modal dan Digitalisasi Usaha
- 13 Apr 2026 19:24 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Surabaya masih menghadapi berbagai persoalan yang menghambat pertumbuhan usaha. Mulai dari keterbatasan modal, membuat personal branding, hingga pemanfaatan teknologi digital, menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi.
Dalam program “Beranda Asta Cita” RRI Pro 1 Surabaya, Senin 13 April 2026, Ketua UMKM Tenggilis Mejoyo, Pinto Yuliwati mengungkapkan hingga kini banyak pelaku usaha masih belum memiliki modal yang cukup, khususnya untuk usaha Food and Beverage atau makanan dan minuman.
Padahal, modal ini merupakan hal yang sangat penting untuk memperluas jangkauan pasar. Untuk itu, meski produk yang dihasilkan dinilai memiliki potensi, namun jika tidak didukung oleh strategi pemasaran yang kuat, maka juga tidak akan bisa optimal.
"Banyak UMKM sebenarnya sudah punya produk bagus, seperti di Tenggilis Mejoyo, ada produk Siomay, Kebab, Tahu Bakso, Sinom, dan lain sebagainya, tetapi masih kurangan modal. Contoh ketika mendapatkan pesanan makanan hingga ratusan porsi. Nah, solusinya adalah si pemesan harus DP dulu 50 persen, baru akan dibuatkan pesanan tersebut. Hal ini, selain untuk mengatasi persoalan kekurangan modal, ini juga merupakan strategi untuk menghindari penipuan," jelasnya.
| Baca juga: Konsistensi Pak Alfian Menjemput Rezeki |
Sendada dengan hal tersebut, pendamping UMKM, Dika Maharu mengatakan keterbatasan pemahaman terhadap digitalisasi juga menjadi kendala. Tidak sedikit pelaku UMKM yang belum optimal memanfaatkan platform digital untuk pemasaran maupun pengembangan usaha. Untuk itu, diperlukan kolaborasi antara pelaku UMKM dan pihak pendukung atau pensupport, agar bisa optimal untuk membuat "UMKM Naik Kelas".
"Sinergi antar pihak sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, salah satunya kolaborasi. Karena hingga kini masih belum semua UMKM bisa mengakses atau terhubung dengan pihak-pihak yang bisa membantu mereka berkembang. Sehingga masih harus dioptimalkan antara strategi berjualan offline, seperti mengikuti bazar, pameran, dan lain sebagainya, dan dipadukan dengan online," ujarnya.
Untuk itu, ia berharap, berbagai permasalahan yang dihadapi UMKM dapat menjadi perhatian bersama, sehingga upaya mendorong UMKM naik kelas tidak hanya menjadi wacana, tetapi dapat diwujudkan secara nyata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....