Perkuat Literasi Keuangan UMKM Surabaya OVO Finansial dan OJK Gelar Teras Perwira

  • 31 Agt 2026 21:28 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Surabaya meningkatkan literasi keuangan, terutama sebelum menggunakan produk pendanaan untuk mengembangkan usaha. Edukasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Teras Perwira Spesial Ulang Tahun 2026 yang digelar OVO Finansial bersama OJK di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan mengangkat tema "Cerdas Jualannya, Tangguh Usahanya" dan diikuti ratusan Mitra GrabMerchant.

Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 OJK Kantor Provinsi Jawa Timur, Japarmen Manalu, mengatakan pemahaman terhadap produk keuangan perlu berjalan seiring dengan akses pendanaan bagi UMKM. "Bagi pelaku UMKM, akses terhadap produk keuangan perlu diiringi dengan pemahaman yang baik agar benar-benar dapat mendukung pertumbuhan usaha. Karena itu, penting untuk selalu memastikan legalitas penyedia layanan, memahami manfaat dan risikonya, serta memperhitungkan kemampuan pembayaran sebelum mengambil pendanaan," ujarnya.

Menurut Japarmen, literasi keuangan yang baik dapat membantu pelaku usaha menghindari produk keuangan ilegal sekaligus memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan usaha. Data OJK periode Januari hingga 30 Juni 2026 mencatat 22.206 pengaduan terkait praktik keuangan ilegal.

Pengaduan tersebut terdiri atas 19.169 laporan pinjaman online ilegal, 2.878 laporan investasi ilegal, dan 159 laporan gadai ilegal. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya edukasi keuangan, termasuk bagi pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal untuk menjaga dan mengembangkan usahanya.

Kabid Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dikopumdag) Kota Surabaya, Reza Fahreddy, mengatakan kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu faktor penting agar UMKM dapat berkembang. "Kami melihat UMKM yang kuat bukan hanya pelaku UMKM yang mampu meningkatkan penjualan, tetapi juga yang pintar mengelola keuangan serta mengambil keputusan dalam berstrategi berwirausaha dengan baik," katanya.

Reza berharap pelaku UMKM di Surabaya semakin memahami pilihan produk dan layanan keuangan, termasuk akses pendanaan resmi yang sesuai kebutuhan dan kemampuan pembayaran. "Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang melek keuangan, kami berharap UMKM Surabaya dapat bersaing dan naik kelas sekaligus menjadi bagian dari penguatan perekonomian daerah, khususnya di Kota Surabaya," ujarnya.

Head of Public Affairs OVO Finansial, Mekhdi Ibrahim Johan, mengatakan edukasi keuangan perlu diberikan bersamaan dengan pembekalan pengembangan usaha. Menurutnya, pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan kemampuan meningkatkan penjualan, tetapi juga perlu memahami pengelolaan keuangan dan keputusan pendanaan.

"Kami percaya pertumbuhan usaha perlu diiringi dengan kemampuan mengelola keuangan dan mengambil keputusan pendanaan secara bijak. Momentum Bulan Literasi Keuangan menjadi kesempatan bagi kami bersama OJK, Pemerintah Kota Surabaya dan Grab untuk semakin mendekatkan edukasi keuangan kepada para pelaku usaha," katanya, secara tertulis, Senin, 31 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, materi literasi keuangan disampaikan melalui sesi panel bertajuk "Merdeka Keuangan, Merdeka Jualan: Literasi Keuangan dan Alternatif Permodalan Usaha". Peserta mendapat pemahaman mengenai legalitas penyedia layanan, manfaat dan risiko produk pendanaan, kewajiban pembayaran, serta kemampuan usaha sebelum mengambil pembiayaan.

Mekhdi Ibrahim Johan, Head of Public Affairs, OVO Finansial (kiri pertama), bersama Amar Priyambodo (Soto Ayam Lamongan Cak Priyo), Duta Teras Perwira (kiri kedua), Laurentius Adolf Deny Putra, East Java Region Commercial Manager, Grab Indonesia (tengah), Japarmen Manalu, Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1, Otoritas Jasa Keuangan Kantor Provinsi Jawa Timur (kanan kedua); yang turut didampingi oleh Reza Fahreddy, Kabid Koperasi Dikopumdag Kota Surabaya (kanan pertama), dalam pembukaan acara Teras Perwira Spesial Ulang Tahun 2026 di Surabaya (Foto: Humas)

Selain literasi keuangan, kegiatan juga memberikan materi pengembangan usaha. Peserta mendapat pembekalan mengenai promosi digital melalui GrabAds, perhitungan Return on Ad Spend (ROAS), penghitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), biaya layanan, hingga penentuan harga jual.

Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan untuk mendukung pengelolaan usaha juga menjadi bagian dari materi. Peserta kemudian dapat berdiskusi langsung dengan tim Grab mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam menjalankan usaha.

Salah seorang Mitra GrabMerchant, Lindawati, pemilik Nasi Goreng Capcay Kedai Mimo di Surabaya, mengatakan kegiatan tersebut memberinya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan pilihan pendanaan untuk usaha. "Menjalankan usaha itu bukan cuma soal bagaimana jualan makin ramai, tapi juga bagaimana kita bisa mengatur keuangan dan berani mengambil keputusan yang tepat untuk usaha. Setelah mengikuti Teras Perwira, saya jadi punya gambaran yang lebih jelas tentang cara mengelola kebutuhan usaha dan memilih pendanaan untuk mengembangkan bisnis," ujarnya.

Teras Perwira telah berjalan sejak Juni 2021 dan hingga 2026 disebut telah menjangkau lebih dari 1.000 Mitra GrabMerchant di 10 kota di Indonesia. Dalam kegiatan di Surabaya, GrabModal Mantul by OVO Finansial juga diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pendanaan bagi Mitra dalam ekosistem Grab. Layanan tersebut disebut berizin dan diawasi OJK.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....