Rupiah Menguat 51 Poin, Pasar Cermati Arah Kebijakan Bank Indonesia

  • 28 Agt 2026 18:39 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Rupiah menguat 51 poin menjadi Rp17.693 per dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Jumat.
  • Pasar mencermati arah kebijakan Bank Indonesia setelah Destry Damayanti disetujui sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031.
  • Pergerakan dolar Amerika Serikat dan arah suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat masih menjadi sentimen utama rupiah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Jumat menguat 51 poin atau 0,29 persen. Rupiah ditutup pada level Rp17.693 per dolar Amerika Serikat, dibandingkan penutupan sebelumnya Rp17.744 per dolar Amerika Serikat.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange Muhammad Amru Syifa mengatakan, penguatan rupiah dipengaruhi arah kebijakan Bank Indonesia. Hal tersebut menyusul penegasan Destry Damayanti mengenai penguatan sinergi dengan pemerintah tanpa mengurangi independensi dan kredibilitas Bank Indonesia.

“Destry juga menekankan pentingnya bauran kebijakan serta pendalaman pasar uang dan valas untuk menjaga stabilitas rupiah,” ujarnya, Jumat, 28 Agustus 2026.

Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melalui rapat internal menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia terpilih periode 2026-2031. Komisi XI juga menyetujui Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia terpilih periode 2026-2031.

Destry menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 25 Juli 2026. Sementara posisi Deputi Gubernur Senior yang sebelumnya ditempati Destry akan diisi Aida S. Budiman.

Destry menjelaskan, Bank Indonesia pada dasarnya mendukung pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan juga mengamanatkan Bank Indonesia menciptakan iklim ekonomi kondusif.

Kondisi tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja. Amru mengatakan, investor akan mencermati sejumlah agenda domestik, terutama data inflasi dan perdagangan.

“Ke depan, investor akan mencermati sejumlah agenda domestik, terutama data inflasi dan perdagangan, serta perkembangan proses penetapan Gubernur Bank Indonesia berikutnya,” ungkap Amru.

Dari sisi global, pergerakan dolar Amerika Serikat masih menjadi faktor utama yang menentukan arah rupiah. Indeks dolar Amerika Serikat berada di sekitar 99,18, sementara imbal hasil surat utang Amerika Serikat tenor 10 tahun berada sekitar 4,68 persen.

Kondisi tersebut membuat ruang penguatan rupiah dinilai masih terbatas. Perhatian pasar juga tertuju pada pidato Ketua Bank Sentral Amerika Serikat Kevin Warsh di Jackson Hole terkait arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

“Pernyataan yang lebih hawkish berpotensi mendorong penguatan dolar Amerika Serikat dan menekan rupiah, sedangkan sinyal yang lebih dovish dapat memberikan ruang bagi rupiah untuk melanjutkan penguatan,” kata Amru.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia juga menguat menjadi Rp17.703 per dolar Amerika Serikat dari sebelumnya Rp17.762 per dolar Amerika Serikat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....