Perkuat Literasi Keuangan, Easycash Edukasi Mahasiswa Surabaya
- 23 Apr 2026 16:52 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya — PT Indonesia Fintopia Technology kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan generasi muda melalui kegiatan edukasi bertajuk “Literasi Keuangan Generasi Muda di Era Digital” di Universitas Negeri Surabaya. Kegiatan ini diselenggarakan bersama International Association of Registered Financial Consultants untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman pengelolaan keuangan yang bijak di tengah pesatnya digitalisasi sektor jasa keuangan.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, masih terdapat kesenjangan antara inklusi dan literasi keuangan di Indonesia. Indeks inklusi telah mencapai 80,51%, sementara literasi baru di angka 66,46%. Pada kelompok Gen Z (usia 18–25 tahun), inklusi mencapai 89,96%, namun literasi masih tertinggal di angka 73,22%.
Hal ini menunjukkan bahwa banyak anak muda telah menggunakan layanan keuangan digital, tetapi belum sepenuhnya memahami risiko dan tanggung jawabnya.
| Baca juga: BSI Perkuat Pendidikan lewat Dana Umat |
Head of Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, menyatakan Surabaya sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar memiliki generasi muda yang dinamis namun rentan terhadap risiko finansial jika tidak dibekali literasi yang tepat.
“Kami melihat kecepatan adopsi layanan fintech belum sepenuhnya dibarengi pemahaman mendalam. Di Surabaya, kami ingin mendorong generasi muda untuk #JadiLebihPaham agar bijak mengatur keuangan secara sehat melalui pendekatan edukasi yang relevan,” ujar Wildan.
Dalam kegiatan ini, Easycash memperkenalkan dua inisiatif edukasi, yakni Modul Bijak Keuangan (MOJANG) dan ChatPindar. MOJANG merupakan hasil kolaborasi Easycash bersama Asosiasi Fintech Indonesia dan IARFC Indonesia, yang dikemas dalam format zine dengan gaya ringan, visual, dan kontekstual untuk Gen Z dan milenial.
Modul ini membahas berbagai topik seperti manajemen arus kas, cara membedakan platform legal dan ilegal, hingga pentingnya menjaga reputasi kredit.
Sementara itu, ChatPindar adalah teknologi berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan bersama AFTECH sebagai platform edukasi always-on. Fitur ini memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi seputar pinjaman daring, termasuk manfaat, risiko, hingga pengelolaan keuangan secara praktis kapan saja.
“Reputasi kredit adalah aset masa depan. Gagal bayar akibat keputusan keuangan yang kurang tepat dapat berdampak panjang pada akses layanan keuangan. Melalui MOJANG dan ChatPindar, kami berharap masyarakat memiliki panduan yang mudah diakses untuk memahami manajemen keuangan dan utang secara lebih baik,” tambah Wildan.
Director of General Financial Planning Program IARFC Indonesia, Mirzan Hasan, menyoroti tantangan pengelolaan keuangan di era digital yang kerap memicu perilaku konsumtif.
“Masalah keuangan mahasiswa sering bukan pada jumlah uang, tetapi pada penentuan prioritas. Banyak Gen Z terjebak dalam lifestyle inflation. Melalui MOJANG, kami menanamkan disiplin pengelolaan arus kas dan pemahaman bahwa setiap keputusan finansial berdampak jangka panjang,” jelas Mirzan.
Melalui kolaborasi ini, para pemangku kepentingan menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat di masa depan. Mahasiswa yang cerdas finansial diharapkan tidak hanya mampu menghindari risiko ekonomi dan hukum, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi nasional yang lebih tangguh.
Berbagai inisiatif literasi keuangan pun terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya guna memperluas akses edukasi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami berharap literasi keuangan dapat terus berkembang, sehingga teknologi finansial menjadi sarana pemberdayaan, bukan beban. Masa depan finansial yang sehat dimulai dari keputusan bijak hari ini,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....