AAJI Dorong Mahasiswa Bangun Aset dan Proteksi sejak Dini

  • 13 Agt 2026 05:38 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • AAJI mendorong mahasiswa memahami pengelolaan keuangan, membangun aset, dan menyiapkan proteksi sejak dini.
  • Smart Financial Day 2026 di UNAIR diikuti ratusan mahasiswa dan menjadi bagian rangkaian TADEA 2026.
  • TADEA 2026 diawali program AAJI Peduli Bumi untuk mendukung produktivitas petani dan pelestarian lingkungan.

RRI.CO.ID, Surabaya - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong mahasiswa memahami pengelolaan keuangan, membangun aset, dan menyiapkan proteksi sejak dini. Dorongan itu disampaikan Ketua Top Agent & Distribution Excellence Awards (TADEA) 2026 Antonius Probosanjoyo dalam Smart Financial Day 2026 di Universitas Airlangga, Surabaya, Rabu, 12 Agustus 2026.

Kegiatan bertema Preparing Long-term Assets Now! tersebut menjadi bagian rangkaian TADEA 2026 sekaligus mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan. Program ini menyasar mahasiswa agar memiliki pemahaman finansial sebelum memasuki dunia kerja dan menghadapi tanggung jawab ekonomi.

“Jangan sampai memulai karier tidak disertai pemahaman mengenai pengelolaan keuangan,” kata Antonius.

Menurutnya, inklusi keuangan perlu diimbangi pemahaman terhadap manfaat dan risiko produk finansial. Ia mengutip data AAJI yang menyebut inklusi keuangan mencapai sekitar 80 persen, sementara literasi masih sekitar 60 persen.

“Yang sudah melakukan harus diimbangi atau dibarengi dengan pemahaman yang benar-benar paham, sehingga tidak terjadi hal-hal seperti mereka tidak tahu apa yang mereka beli,” ujarnya.

Ketua Top Agent & Distribution Excellence Awards (TADEA) 2026 Antonius Probosanjoyo

Antonius mengatakan, mahasiswa perlu mulai mengalokasikan penghasilan untuk tabungan, aset, dan perlindungan masa depan. Langkah tersebut dinilai penting menghadapi risiko sandwich generation, ketika seseorang menanggung kebutuhan orang tua sekaligus anak.

“Penghasilan itu baru awal. Bagaimana kita mengelolanya kemudian juga menjadi kunci terhadap hidup kita nantinya,” tuturnya.

Ia juga menilai penetrasi asuransi jiwa di Indonesia masih perlu ditingkatkan seiring pertumbuhan kelas menengah. Menurutnya, kebutuhan proteksi harus dipahami sejak dini agar masyarakat mampu merencanakan keuangan jangka panjang.

“Indonesia masih belum semua punya. Seiring berkembangnya masyarakat, terutama segmen menengah, Indonesia harus mulai berasuransi dan untuk itu harus dimulai dari dini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Pengembangan Tenaga Pemasar AAJI Cicilia Nina, Atta Alva Wanggai dari AXA Mandiri, Rizki Ramdhani dari Prudential Indonesia dan tokoh publik sekaligus pengusaha dr. Tirta Mandira Hudhi menjadi narasumber Smart Financial Day 2026. Kegiatan berlangsung di Auditorium TERNATE, Gedung ASEEC Tower Kampus B UNAIR, dan diikuti ratusan mahasiswa.

Rangkaian TADEA 2026 juga diawali kegiatan Industry Social Responsibility melalui program AAJI Peduli Bumi. Program tersebut melanjutkan inisiatif serupa yang telah dilaksanakan AAJI pada tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini, AAJI Peduli Bumi diarahkan untuk mendukung peningkatan produktivitas petani melalui pemanfaatan geomembran. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi industri asuransi jiwa terhadap pelestarian lingkungan.

Setelah kegiatan literasi mahasiswa di UNAIR, rangkaian TADEA 2026 dilanjutkan dengan konvensi insan industri asuransi jiwa. Puncaknya berupa penghargaan bagi insan industri berprestasi sepanjang 2025.

Surabaya dipilih sebagai salah satu lokasi rangkaian TADEA 2026 karena identik sebagai Kota Pahlawan. Antonius mengibaratkan insan industri asuransi sebagai pahlawan karena berperan memberikan perlindungan kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....