SIER Kembali Dipercaya Investor, Teken Dua LoI Baru
- 03 Okt 2026 16:29 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) kembali mendapat kepercayaan investor. Dua perusahaan meneken Letter of Intent (LoI) dengan SIER dalam gelaran East Java Investment Forum (EJIF) 2026 di Surabaya.
Dua perusahaan tersebut yakni PT Freyabadi Indotama dan PT Filtrona Manufacturing Indonesia. LoI menjadi langkah awal penjajakan kerja sama dan pengembangan investasi di kawasan industri yang dikelola SIER.
PT Freyabadi Indotama bergerak di industri cokelat, sedangkan PT Filtrona Manufacturing Indonesia merupakan perusahaan manufaktur filter rokok. Penandatanganan LoI dilakukan Plt Kepala Divisi Pemasaran SIER Dedi Apriyanto bersama perwakilan masing-masing perusahaan.
Momen tersebut turut disaksikan Direktur Utama SIER Alif Abadi dan sejumlah pejabat Pemprov Jawa Timur serta otoritas terkait. Direktur Utama SIER Alif Abadi mengatakan masuknya dua LoI tersebut menunjukkan adanya kepercayaan investor terhadap kesiapan kawasan industri SIER.
"Kepercayaan investor menjadi modal penting bagi SIER untuk terus berkembang. Kami memiliki kawasan industri dengan fasilitas yang lengkap dan terus kami tingkatkan," kata Alif dalam rilis diterima RRI, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Menurut Alif, SIER juga terus memperkuat fasilitas pendukung, termasuk pergudangan dan BPSP, untuk memenuhi kebutuhan operasional investor. Dia menegaskan investasi yang masuk tidak hanya dilihat sebagai penambahan aktivitas bisnis.
| Baca juga: Analis Prediksi Saham BBCA Menguat |
Lebih dari itu, investasi diharapkan ikut membangun ekosistem industri dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Jawa Timur. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan tantangan berikutnya adalah memastikan LoI tersebut dapat berlanjut menjadi realisasi investasi.
Menurut Emil, Jawa Timur tidak cukup hanya menjadi tujuan investasi. Ekosistem industri harus mampu membuat investasi berkembang dan menghasilkan nilai tambah bagi daerah.
"Jatim itu regional economy, industri yang paling menopang. Maka yang harus dijadikan fokus itu keunggulan dalam ekosistem perekonomian, terutama industri manufaktur yang ada di Jawa Timur," ujarnya.
Emil menyebut penguatan industri manufaktur membutuhkan dukungan berbagai sektor, mulai dari sumber daya manusia, infrastruktur, perdagangan hingga konektivitas. Menurutnya, potensi investasi Jawa Timur juga tersebar di berbagai wilayah.
Keberadaan bandara, pelabuhan, kawasan industri, Kawasan Ekonomi Khusus hingga kawasan industri halal menjadi bagian dari ekosistem yang dapat mendukung masuknya investasi. Karena itu, pemerintah tidak hanya melihat investasi dari besaran nominal. Posisi investasi dalam memperkuat rantai nilai ekonomi Jawa Timur juga menjadi perhatian.
"Strategic direction kita adalah menawarkan peluang investasi bagi calon investor. Kita harus betul melihat di mana posisi investasi ini bagi Jawa Timur," kata Emil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....