Dubes Yaman Tawarkan Kerja Sama Investasi ke Jatim
- 21 Mei 2026 19:54 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Yaman membuka peluang kerja sama perdagangan dan investasi dengan pelaku usaha di Jawa Timur. Tawaran tersebut disampaikan Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia saat bertemu pengurus Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur di Surabaya.
Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh mengatakan hubungan Indonesia dan Yaman telah lama terjalin dalam bidang perdagangan, pendidikan, dan kebudayaan. Karena itu, pemerintah Yaman ingin memperkuat kembali hubungan ekonomi kedua negara melalui kerja sama perdagangan yang lebih luas.
“Hubungan antara Yaman dan Indonesia sudah terjalin sejak lama, baik di bidang perdagangan, budaya, maupun pendidikan. Kami ingin memperkuat kembali hubungan perdagangan antara kedua negara agar semakin berkembang,” ujar Salem.
Ia menjelaskan, banyak warga Yaman di Indonesia berprofesi sebagai pengusaha dan memiliki hubungan dekat dengan masyarakat setempat. Bahkan, sebagian di antaranya pernah terlibat dalam berbagai aktivitas pemerintahan maupun perdagangan di Indonesia.
Menurut Salem, pemerintah Yaman membuka peluang kerja sama perdagangan antarpelaku usaha maupun antarnegara dalam berbagai sektor strategis. Sejumlah kesepakatan perdagangan sebelumnya juga telah dicapai melalui berbagai forum dan expo internasional.
“Kami ingin melihat potensi perdagangan yang bisa dikembangkan bersama, baik secara personal maupun antarnegara. Dalam berbagai expo perdagangan, sudah banyak kesepakatan yang tercapai,” katanya.
Ia mengungkapkan, salah satu kendala perdagangan saat ini berkaitan dengan proses sertifikasi halal produk asal Yaman. Namun, pembahasan mengenai sertifikasi tersebut mulai menemukan titik terang setelah dilakukan komunikasi dalam forum perdagangan internasional.
Selain itu, Yaman menawarkan sejumlah produk unggulan untuk dipasarkan di Indonesia, seperti bawang putih, madu, kopi, tanaman pacar Yaman, hingga buah delima. Produk-produk tersebut dinilai memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan pasar dan industri dalam negeri.
“Kami berharap para pengusaha Indonesia dapat bekerja sama untuk memasukkan produk-produk Yaman ke pasar Indonesia,” tuturnya.
Tak hanya perdagangan, pemerintah Yaman juga membuka peluang investasi di sektor alat berat, gas, dan industri lainnya. Salem menyebut kondisi ekonomi Yaman mulai membaik dan pemerintah siap mendukung investor Indonesia yang ingin berinvestasi.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, Adik Dwi Putranto menilai Yaman memiliki potensi mendukung kebutuhan bahan baku industri nasional. Selama periode 2021–2025, ekspor Jawa Timur ke Yaman tercatat fluktuatif dengan tren pertumbuhan rata-rata 24,08 persen per tahun.
“Jawa Timur berkembang pesat di sektor industri manufaktur dan perdagangan. Salah satu tugas utama Kadin Jawa Timur adalah meningkatkan perdagangan, khususnya ekspor,” ujar Adik.
Ia menjelaskan, Indonesia saat ini membutuhkan alternatif impor bahan baku tertentu akibat pembatasan akses dari Tiongkok. Karena itu, potensi sumber daya fosfat di Yaman dinilai dapat menjadi peluang kerja sama strategis bagi kedua negara.
Selain membahas perdagangan, pertemuan tersebut juga menyoroti kendala logistik ekspor cocoa powder Indonesia yang masih tertahan di Singapura. Pelaku usaha juga mengusulkan business matching daring sebagai langkah awal memperkuat kerja sama perdagangan Indonesia dan Yaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....