Pakar Ekonomi: Konflik Iran-AS Picu Pelemahan IHSG
- 01 Apr 2026 15:05 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dinilai berdampak langsung terhadap pasar keuangan global, termasuk Indonesia. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Prof. Dr. Rudi Purwono, menyoroti pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.
Rudi Purwono, yang juga pakar ekonomi mengatakan konflik tersebut memicu tekanan pada lalu lintas modal di berbagai negara. Kondisi ini membuat indeks saham, termasuk IHSG, mengalami penurunan.
“Perang Iran versus Amerika Serikat dan Israel ini berdampak pada lalu lintas modal di Indonesia. Berbagai indeks harga saham gabungan di beberapa negara, termasuk Indonesia, mengalami penurunan,” ujarnya, Rabu, 1 April 2026.
Ia menambahkan, dampak konflik tidak hanya terasa pada pasar saham, tetapi juga terhadap arus investasi global. Ketidakpastian yang meningkat berpotensi menahan investor untuk menanamkan modalnya.
“Perang ini juga mengakibatkan dampak pada lalu lintas investasi. Jika negara yang terlibat bertambah, maka akan berpengaruh terhadap investasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya.
Menurutnya, eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi menekan IHSG hingga kembali ke bawah level psikologis 7.000. Hal ini dipicu meningkatnya risiko global yang membuat pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.
Data perdagangan menunjukkan IHSG pada Jumat (27/3/2026) ditutup di level 7.097,05. Indeks melemah 0,94 persen atau turun 67,03 poin dalam satu hari perdagangan.
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level terendah di 7.070,21 dari posisi pembukaan di 7.136,37. Volume transaksi tercatat mencapai 18,73 miliar saham dengan frekuensi 1,37 juta kali.
Prof. Rudi berharap konflik tersebut dapat segera diselesaikan melalui peran aktif komunitas internasional. Ia menekankan pentingnya keterlibatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meredam eskalasi.
“Kita berharap perang ini segera ditangani dengan keterlibatan PBB, sehingga stabilitas ekonomi global dapat kembali terjaga,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....