Di Tengah Ketidakpastian, Gadai Jadi Penopang Ekonomi Keluarga
- 10 Feb 2026 11:56 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Ketidakpastian ekonomi global membuat banyak keluarga membutuhkan solusi keuangan yang cepat dan aman. Di tengah situasi itu, layanan gadai kembali menjadi penyangga likuiditas masyarakat Indonesia lintas generasi.
Selama lebih dari 124 tahun, Pegadaian hadir bukan sekadar sebagai lembaga pembiayaan. Bagi banyak orang, gadai menjadi “katup penyelamat” ketika kebutuhan mendesak datang tanpa aba-aba.
Keunggulan gadai terletak pada kecepatan dan kesederhanaannya. Proses yang singkat membuat masyarakat tidak harus menunggu persetujuan kredit berhari-hari.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh Martini (33), pengusaha gerai teh di Surabaya. Ia tengah menyiapkan biaya pendidikan anaknya di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat.
Sejak 2015, Martini rutin berinvestasi emas di Pegadaian. Kebiasaan itu menjadi penopang saat kebutuhan dana darurat muncul.
“Kalau butuh dana darurat, saya bisa pakai emas untuk digadai lalu ditebus kembali,” ujar Martini. Ia menegaskan kebutuhannya terpenuhi tanpa harus kehilangan aset investasi.
Martini mengaku tidak menyangka nilai emas meningkat signifikan. Emas yang dikumpulkannya kini juga dipertimbangkan sebagai modal membuka gerai usaha baru.
Di Pegadaian, masyarakat dapat menggadaikan emas, perhiasan, atau barang elektronik. Dana dapat cair dalam hitungan menit dengan proses yang transparan.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menyebut gadai sebagai produk utama. Layanan ini dirancang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Pinjaman gadai di Pegadaian dimulai dari Rp50.000 sebagai public service obligation,” ujar Selfie. Dana dapat digunakan untuk kebutuhan harian hingga modal UMKM.
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah masih menghadapi keterbatasan akses modal. Skema gadai menjadi alternatif modal putar tanpa menjual aset.
Pegadaian juga menghadirkan program Gadai Peduli dengan bunga nol persen. Pinjaman diberikan mulai Rp50 ribu hingga Rp2,5 juta.
Emas dipilih karena nilainya stabil dan bersifat safe haven. Aset tetap terjaga, sementara modal usaha tetap tersedia.
Transformasi digital memperluas akses layanan gadai. Melalui aplikasi Tring!, nasabah dapat menggadaikan Tabungan Emas tanpa datang ke kantor.
“Transaksi menabung, menggadai, hingga deposito emas kini bisa dilakukan kapan saja,” kata Selfie. Digitalisasi mendorong inklusi keuangan lintas usia.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah Dua Belas Surabaya, Ahmad Zaenudin, menegaskan fungsi sosial gadai. Layanan ini memberi rasa aman bagi masyarakat.
“Gadai membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mendesak tanpa kehilangan aset,” ujar Ahmad. Pegadaian berkomitmen menghadirkan layanan cepat dan transparan.
Di tengah tekanan ekonomi, gadai bukan sekadar transaksi keuangan. Bagi banyak keluarga, ia adalah strategi bertahan yang menjaga harapan tetap hidup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....