Jatim Miliki 1.322 Industri Kayu dan Mebel, Siapkan Traceability Kayu Rakyat
- 04 Jun 2026 16:44 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat ekosistem industri kayu dan mebel sebagai salah satu sektor strategis penopang pertumbuhan ekonomi daerah. Saat ini Jawa Timur memiliki sekitar 1.322 industri kayu dan mebel dengan pasokan kayu mencapai sekitar 4 juta meter kubik per tahun.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, mengatakan penguatan sektor tersebut dilakukan dari hulu hingga hilir, termasuk melalui pengembangan sistem ketertelusuran (traceability) kayu rakyat untuk memenuhi standar perdagangan internasional.
"Kami ingin memastikan kayu rakyat memiliki legalitas dan ketertelusuran yang jelas sehingga mampu meningkatkan daya saing industri kayu dan mebel Jawa Timur di pasar internasional," katanya dalam pembukaan Indowood Expo 2026 di Surabaya.
Menurut Jumadi, produksi kayu rakyat di Jawa Timur saat ini mencapai 3,5 hingga 4 juta meter kubik per tahun. Capaian tersebut dinilai cukup istimewa mengingat luas kawasan hutan di Jawa Timur relatif lebih kecil dibandingkan sejumlah provinsi lain di Indonesia.
"Jawa Timur sebenarnya tidak memiliki kawasan hutan yang luas, tetapi mampu membangun ekosistem industri kayu yang kuat. Karena itu keberadaan hutan rakyat menjadi sangat penting," ujarnya.
Pemprov Jawa Timur saat ini mengembangkan tata kelola hutan rakyat berbasis geolokasi dan ketertelusuran kayu pada kawasan seluas sekitar 617 ribu hektare. Program tersebut juga didukung sertifikasi berkelanjutan bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Gadjah Mada.
Jumadi menjelaskan sertifikasi dan pemetaan spasial menjadi kebutuhan penting di tengah semakin ketatnya persyaratan perdagangan global, terutama untuk pasar Uni Eropa yang mensyaratkan legalitas dan asal-usul bahan baku yang jelas. Selain memperkuat sektor kehutanan, Jawa Timur juga terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan.
Saat ini sektor manufaktur berkontribusi lebih dari 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur. "Sekitar 20 tahun lalu ekonomi Jawa Timur masih didominasi sektor primer. Sekarang kontribusi sektor pertanian tinggal sekitar 11 persen, sementara industri pengolahan telah mencapai sekitar 34 persen," katanya.
Menurutnya, kuatnya sektor industri juga didukung perdagangan antardaerah yang terus berkembang. Surplus perdagangan antardaerah Jawa Timur saat ini mencapai sekitar Rp200 triliun dengan jaringan kerja sama yang menjangkau sedikitnya 16 provinsi di Indonesia.
Ia menambahkan, Jawa Timur juga menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung industry untuk mendukung pengembangan investasi sektor manufaktur. Karena itu, Pemprov Jawa Timur berharap Indowood Expo 2026 dapat menjadi wadah mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, investor, dan pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat daya saing industri kayu dan mebel nasional.
"Ekosistem industri yang kuat akan menjadi modal penting bagi Jawa Timur untuk terus berada di garis depan dalam pengembangan industri kayu dan mebel Indonesia," katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....