Integrasi Organisasi Masyarakat Kultural di Kota Surabaya
- 13 Mar 2026 09:19 WIB
- Surabaya
RRI. CO. ID, Surabaya - Kota Surabaya dikenal sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia yang memiliki tingkat keberagaman sosial dan budaya yang tinggi. Keberagaman tersebut berasal dari berbagai kelompok etnis seperti Jawa, Madura, Arab, Tionghoa, serta masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia yang menetap dan beraktivitas di kota ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Putu Ari Saruhum Hasibuan, dosen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), saat menjadi narasumber dalam Dialog Sosial di Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya dengan tema “Integrasi Organisasi Masyarakat Kultural di Kota Surabaya”.
Dalam dialog tersebut, Putu Ari menjelaskan bahwa keberadaan organisasi masyarakat berbasis budaya atau organisasi kultural menjadi fenomena yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat di Surabaya. Organisasi tersebut biasanya dibentuk berdasarkan kesamaan identitas etnis, tradisi budaya, maupun daerah asal.
Menurutnya, organisasi kultural memiliki fungsi penting sebagai wadah solidaritas sosial, pelestarian budaya, serta sarana membangun jaringan sosial antar anggota komunitas. Berbagai komunitas seperti komunitas Madura, Jawa, Tionghoa, dan Arab memiliki organisasi yang aktif dalam kegiatan sosial, budaya, maupun keagamaan.
"Organisasi kultural tidak hanya berfungsi menjaga identitas budaya, tetapi juga dapat menjadi modal sosial dalam memperkuat hubungan antar masyarakat,” ujar Putu Ari.
Selain organisasi berbasis etnis, Surabaya juga memiliki berbagai paguyuban daerah yang menghimpun masyarakat perantau dari berbagai wilayah di Indonesia. Paguyuban tersebut berperan sebagai ruang komunikasi, jaringan ekonomi, serta sarana memperkuat solidaritas sosial bagi anggotanya.
Di sisi lain, komunitas seni dan budaya juga berkembang cukup pesat di Surabaya. Berbagai kelompok kesenian tradisional seperti ludruk, reog, dan komunitas seni lainnya turut berkontribusi dalam menjaga keberagaman budaya di tengah masyarakat perkotaan.
Putu Ari menambahkan bahwa proses integrasi organisasi kultural dapat terbangun melalui berbagai bentuk interaksi sosial antar komunitas. Salah satunya melalui kegiatan sosial bersama seperti bakti sosial, kegiatan kemanusiaan, maupun kegiatan keagamaan yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.
Selain itu, integrasi juga dapat difasilitasi oleh pemerintah daerah melalui berbagai program kebudayaan seperti festival budaya, dialog antar komunitas, serta program penguatan nilai kebangsaan. “Interaksi yang intensif antar komunitas akan memperkuat solidaritas sosial sehingga perbedaan budaya tidak menjadi sumber konflik, tetapi justru menjadi kekayaan sosial,” ujarnya.
Meski demikian, Putu Ari juga mengingatkan bahwa proses integrasi organisasi kultural tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu tantangan yang muncul adalah kecenderungan eksklusivitas kelompok yang dapat membatasi interaksi dengan komunitas lain.
Selain itu, munculnya politik identitas dalam beberapa konteks sosial dan politik juga dapat mempengaruhi hubungan antar kelompok masyarakat. Ketimpangan sosial ekonomi antar kelompok juga berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial jika tidak dikelola dengan baik.
Untuk memperkuat integrasi sosial, Putu Ari menyarankan adanya forum komunikasi lintas budaya yang melibatkan berbagai organisasi masyarakat. Forum tersebut dapat menjadi ruang dialog untuk membangun pemahaman serta mengurangi stereotip antar kelompok.
Selain itu, kegiatan budaya bersama seperti festival budaya, pameran seni, dan kegiatan sosial lintas komunitas juga dinilai penting untuk memperkuat interaksi sosial masyarakat. Pemerintah daerah juga diharapkan terus mendorong program pembangunan berbasis komunitas yang melibatkan berbagai organisasi kultural agar keberagaman budaya dapat menjadi kekuatan sosial dalam membangun harmoni masyarakat.
Melalui interaksi yang terbuka, dialog antar budaya, serta partisipasi aktif masyarakat, integrasi organisasi kultural di Surabaya diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang multikultural.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....