Grand Final Cak & Ning Cilik 2026 Bertema “Arkojoyo”, Lestarikan Budaya Suroboyoan
- 05 Jul 2026 08:02 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya : Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya melalui Paguyuban Cak & Ning Cilik Surabaya menggelar acara Grand Final Pemilihan Cak & Ning Cilik 2026 di Graha Sawunggaling Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada hari Sabtu 4 Juli 2026. Acara dimulai pukul 17.00 WIB dan diikuti oleh sebanyak 15 pasang Cak & Ning Cilik pada putaran Final.
Pada gelaran Grand Final kali ini mengusung tema Arkojoyo (Arek Cilik Jogo Budoyo) dengan tujuan untuk melestarikan budaya dan pariwisata sejak dini. Sebelumnya, total sebanyak 300 pendaftar telah diseleksi sejak awal Mei lalu, hingga di pilih sebanyak 15 pasang pada putaran final.
Pimpinan Produksi Cak & Ning Cilik 2026, Khusnul Fathoni saat diwawancara RRI di sela acara mengatakan tujuan diselenggarakannya acara tersebut untuk memilih Cak & Ning Cilik Surabaya yang nantinya diproyeksikan menjadi representasi kebudayaan Surabaya di kancah yang lebih tinggi.
“Tujuan kami dibawah naungan Disbudporapar Kota Surabaya tentunya ingin terus melestarikan budaya arek’an, yang nantinya mereka ini juga akan terus terlibat saat ada sosialisasi, menjadi pembicara dan merepresentasikan program kebudayaan di Surabaya di level arek cilik,” ungkap Thoni, sapaan akrabnya.
Ia menambahkan fokus penilaian yang ditujukan kepada para finalis yakni sesuai dengan tema Arkojoyo, yang dimana finalis terpilih nantinya harus menampilkan ciri khas budaya Surabaya yang di kenal menjunjung tinggi kesetaraan, keterbukaan, dan kebersamaan dengan istilah “Budaya Arek’an”.
“Bedanya dengan tahun lalu yaitu di tahun ini kami lebih fokus untuk mengedepankan tema Arkojoyo itu sendiri, dimana budaya khas Arek Suroboyo yang to the point, guyub dan sebagainya ini harapannya bisa di representasikan sejak dini oleh anak-anak Surabaya,” ujarnya.
Selain itu, aspek lainnya seperti penyajian produk kesenian khas Surabaya seperti Ludruk, Parikan, dan karya seni lainnya juga menjadi penilaian dari pihak penyelenggara dalam mengkurasi para finalis. Bagi finalis yang tidak terpilih menjadi Cak & Ning Cilik tahun ini akan tetap aktif dan berkontribusi dalam seluruh agenda Disbudporapar Surabaya.
“Kami juga menilai pada aspek kesenian yang khas di Surabaya. Seperti kita tahu ludruk, parikan, dan sebagainya ini kan sudah melekat dengan Surabaya, nah itu juga menjadi poin plus bagi finalis yang mampu menyajikan produk budaya tersebut pada malam grand final kali ini,” ucapnya.
Pihaknya juga memastikan para finalis tetap mendapatkan peluang besar untuk terus berkiprah di dunia budaya dan pariwisata serta dunia Cak & Ning di level yang lebih tinggi guna melestarikan nilai-nilai budaya Suroboyoan yang sudah melekat bagi masyarakat Surabaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....