Bluebird Target Kurangi 50 Persen Emisi Karbon Tahun 2030
- 11 Agt 2023 19:02 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mencapai net zero emission maksimal pada tahun 2060. Salah satunya berupaya mempercepat pengembangan produksi kendaraan emisi karbon rendah (Low Carbon Emission Vehcle/LCEV) yang ramah lingkungan, termasuk kendaraan listrik.
Mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon di sektor transportasi, PT Blue Bird menggunakan kendaraan listrik untuk angkutan taksi. Selain itu, juga mendukung percepatan implementasi penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di Indonesia.
Memasuki usia lebih dari setengah abad, yakni 51 tahun berkiprah di bidang transportasi darat di Indonesia, PT Blue Bird berkomitmen mendukung upaya Pemerintah tersebut, dan mentargetkan mengurangi 50 persen emisi karbon dan buangan operasional pada tahun 2030.
Gunakan Kendaraan Listrik Sejak 2019, Target 500 Unit di 2023
Sepanjang semester I tahun 2023, PT Blue Bird sudah memiliki sebanyak 180 unit kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Kemudian selama bulan Juli 2023, terdapat penambahan sebanyak 15 unit, sehingga total sampai awal Agustus 2023, terdapat 195 unit mobil listrik.
Andrianto Djokosoetono, Direktur Utama Blue Bird mengungkapkan, pihaknya akan menambah total sebanyak 200 - 500 unit kendaraan listrik sepanjang tahun 2023 ini. Yang mana disesuaikan dengan kondisi dan permintaan pasar melalui kehadiran E-Bluebird, E-Silverbird, dan E-Gonldenbird.
Bluebird telah menghadirkan armada BYD T3 yang beroperasi di Jakarta dan Bali sejak tahun 2021 dengan konfigurasi 7-seaters guna memenuhi permintaan pasar terhadap armada dengan daya tampung besar. "Kita tidak hanya mengoperasikan E-Blue Bird di Jakarta, tetapi di Bali kita juga sudah mengoperasikan E-Blue Bird juga," katanya.
Bahkan pada Agustus 2023 ini, Bluebird berkolaborasi dengan BMW Indonesia dan hotel The Westin Jakarta. Dimana akan mengoperasikan sebanyak 3 unit BMW iX yang merupakan E-Golden Bird. "Kita mulai dengan tiga unit dulu," ujarnya.
BMW iX yang digunakan untuk E-Golden Bird ini, fokus melayani tamu hotel khusus The Westin Jakarta. Hingga saat ini, total E-Golden Bird yang dioperasionalkan, sebanyak 60 unit.
Bluebird telah menghemat biaya operasional perusahaan hingga 60 persen, selama menggunakan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), dibandingkan dengan kendaraan konvesional. "Salah satu keunggulannya itu biaya operasional biasa hemat sampai 60 persen," ucap Andrianto.
Seiring dengan penambahan jumlah armada kendaraan listrik, Bluebird telah memiliki lebih dari 30 charging station yang tersebar di Jakarta dan Bali. Bluebird juga memperkuat implementasi infrastruktur pendukung yang dapat menghadirkan solusi mobilitas ramah lingkungan.
"Kami mencoba melangkah lebih jauh untuk menghadirkan infrastruktur yang dapat mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan," kata Andrianto.
Optimalkan Panel Surya, dan Siap Reduksi 2.000 Ton Emisi Karbon Per Tahun
Komitmen mendukung keberlanjutan lingkungan dengan mengimplementasikan penggunaan energi baru terbarukan, PT Blue Bird siap mengoptimalkan panel surya pintar dengan daya sebesar 215,6 kWp. Yang diproyeksikan dapat mereduksi lebih dari 2.000 ton emisi karbon per tahun.
Andrianto menyampaikan, bahwa pengurangan emisi untuk menjadikan kualitas udara lebih sehat dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan melakukan transisi energi bersih dengan memanfaatkan cahaya matahari. "Yang kami proyeksikan dapat menekan 2.000 ton emisi karbon per tahun," ujarnya.
Implementasi panel surya ini, sejalan dengan komitmen visi keberlanjutan Bluebird pada pilar BlueSky dengan agenda utama 50:30 atau pengurangan emisi karbon hingga 50 persen pada tahun 2030.
"Inisiatif implementasi panel surya telah kami rencanakan sejak peluncuran visi keberlanjutan perusahaan pada tahun lalu yang bertepatan pada hari Bumi," ucapnya.
Misi pengurangan emisi karbon oleh Bluebird ini, sejalan dengan upaya Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam yang tertuang pada Peraturan Presiden No.55/2019 tentang Kebijakan Energi Nasional tahun 2019, yang mentargetkan campuran energi terbarukan sebesar 23 persen pada tahun 2025.
Sementara itu, Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Andriah Feby Misna, mengapresiasinya kepada Bluebird atas upaya dalam mendukung transisi ke sumber daya energi yang lebih ramah lingkungan.
"Bluebird telah mewujudkan komitmennya untuk penurunan emisi melalui pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap dengan menggandeng Sun Energy," ujarnya.
"Dengan adanya energi dari panel surya ini diharapkan kedepannya, Bluebird dapat mengaplikasikan panel surya tidak hanya di kantor pusat tetapi juga di bangunan lainnya, sehingga dapat mendukung Indonesia bebas emisi pada tahun 2030," ucapnya.
SUN Energy sebagai perusahaan pengembang energi surya di Indonesia yang menginstalasi sistem panel surya di lokasi operasional Bluebird. Roy Wijaya, Direktur Utama SUN Energy mengungkapkan, kerja sama jangka panjang bersama Bluebird menjadi kebanggaan. Dimana Bluebird merupakan pelanggan pertama di perusahaan jasa transportasi.
"Melalui kolaborasi ini, kami mendukung penuh upaya Bluebird untuk melakukan transisi energi di bangunan lainnya. SUN Energy berharap aksi nyata Bluebird dapat menginspirasi para pelaku industri lainnya untuk memulai langkah keberlanjutannya melalui pemilihan sumber energi alternatif yang bersih dan ramah lingkungan," kata Roy.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....