Investasi US$600 Juta, Pabrik Melamin di JIIPE Dorong Industri Kimia Rendah Emisi

  • 09 Apr 2026 16:15 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Gresik - Pembangunan pabrik melamin senilai sekitar US$600 juta dilakukan di KEK JIIPE Gresik. Proyek ini dinilai memperkuat struktur industri kimia nasional sekaligus mendorong industri rendah emisi.

Fasilitas tersebut dikembangkan Golden Elephant dan menjadi salah satu terbesar dunia. Pabrik dirancang terintegrasi dari pengolahan gas alam hingga produksi melamin.

Rantai produksi mencakup amonia, urea, hingga melamin dalam satu kawasan industri. Integrasi hulu hilir ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, menilai proyek ini strategis. Pembangunan fasilitas menjadi bagian peningkatan nilai tambah sumber daya domestik.

“Pengembangan industri melamin di Gresik merupakan langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi nasional. Kami mengapresiasi peran KEK Gresik dalam menyediakan ekosistem industri terintegrasi yang mampu menarik investasi berskala besar dan berkualitas tinggi,” ujar Airlangga.

Proyek ini sejalan upaya memperkuat basis industri berbasis sumber daya alam. Pemerintah juga mendorong transisi menuju industri efisien dan berkelanjutan.

Chairman Golden Elephant, Lei Lin, menyebut proyek mengusung pendekatan ekonomi sirkular. Teknologi proses generasi terbaru diterapkan untuk mendukung efisiensi produksi.

“Kami melihat JIIPE sebagai kawasan strategis untuk menghadirkan rantai industri kimia terintegrasi berbasis ekonomi sirkular di Indonesia. Proyek ini tidak hanya memperkuat pasokan industri dalam negeri, tetapi juga mendorong transfer teknologi dan kerja sama industri lintas negara,” jelas Lei Lin.

Ia menambahkan teknologi tersebut memungkinkan efisiensi energi hingga 30 persen. Optimalisasi produk samping dilakukan melalui proses daur ulang berkelanjutan.

Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera Bambang Soetiono menegaskan keunggulan integrasi kawasan. JIIPE dinilai mampu mendukung efisiensi operasional serta keberlanjutan industri.

“JIIPE dirancang untuk mendukung rantai nilai industri secara end-to-end, mulai dari ketersediaan bahan baku, infrastruktur, hingga konektivitas logistik. Hal ini memungkinkan efisiensi yang lebih tinggi sekaligus memperkuat daya saing industri secara berkelanjutan,” ujarnya.

Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, menilai proyek memperkuat ketahanan industri kimia. Kerja sama ekonomi kedua negara juga dinilai semakin kokoh.

“Pengembangan rantai industri melamin di JIIPE akan memperkuat pasokan produk kimia strategis, mendukung industrialisasi Indonesia, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi regional,” ujar Wang Lutong.

Dengan infrastruktur pelabuhan laut dalam dan status KEK, JIIPE dinilai strategis. Proyek diproyeksikan menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja baru.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....