Wali Kota Eri Optimistis Sekolah Rakyat Cetak Pemimpin Masa Depan
- 05 Agt 2026 13:44 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi optimistis Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Kedung Cowek menjadi tempat lahirnya pemimpin masa depan. Menurutnya, sekolah berasrama itu tidak hanya memberikan pendidikan, tetapi juga membentuk karakter siswa.
Eri mengatakan saat ini Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 menampung 368 siswa. Sebanyak 270 merupakan peserta didik baru, sedangkan sisanya berasal dari Sekolah Rakyat Rintisan di Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
"Saya matur nuwun kepada Pak Presiden yang sudah membangun Sekolah Rakyat di Surabaya. Sekolah Rakyat ini untuk anak-anak kita yang selama ini sulit mendapatkan pendidikan karena kondisi ekonomi keluarganya," ujarnya, usai memberikan motivasi kepada para siswa saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah MPLS, Rabu, 5 Agustsu 2026.
Menurut Eri, konsep sekolah berasrama memberi ruang bagi siswa untuk belajar hidup bersama. Nilai gotong royong, saling menghargai, dan kepedulian menjadi bagian dari pendidikan karakter.
"Anak-anak punya karakter, punya rasa tolong-menolong, gotong royong, saling menghargai. Di sinilah menjadi satu rumah karena mereka tinggal di asrama," katanya.
Ia berharap lulusan Sekolah Rakyat mampu mengubah masa depan keluarganya. Bahkan, Eri meyakini sekolah tersebut dapat melahirkan pemimpin hingga presiden pada masa mendatang.
"Insyaallah dari Sekolah Rakyat ini akan muncul wali kota, gubernur, bahkan presiden. Karena mereka hari ini diberi kesempatan besar untuk memperoleh pendidikan," ucapnya.

Eri menilai pendidikan karakter menjadi keunggulan utama Sekolah Rakyat. Para siswa dibentuk menjadi pribadi tangguh sesuai semangat yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau kata Pak Presiden, karakter petarung. Sekolah Rakyat ini mengajarkan karakter petarung," tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan seluruh tenaga pendidik. Menurutnya, mereka mendampingi siswa selama 24 jam di lingkungan asrama.
Sementara itu, siswi kelas X Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, Aisyah Farah, mengaku menikmati Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Meski demikian, ia masih sering merindukan orang tuanya. "Ikut MPLS seru, menyenangkan. Ketemu teman-teman baru, tapi masih kangen orang tua dan terkadang masih nangis," katanya.
Selama MPLS, Aisyah mendapat pembinaan karakter, kepribadian, serta latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) bersama taruna. Ia juga belajar disiplin bersama teman-teman di sekolah.
Pesan Eri memotivasi Aisyah untuk meraih kesuksesan dan ingin membanggakan orang tua sekaligus memutus rantai kemiskinan keluarganya. "Mau jadi orang sukses, membanggakan orang tua, dan memutus rantai kemiskinan keluarga," ujarnya.
Aisyah mengaku awalnya didaftarkan ibunya ke Sekolah Rakyat. Setelah mempertimbangkan berbagai hal, ia menilai sekolah tersebut menjadi pilihan terbaik. Ia bercita-cita menjadi pengusaha setelah lulus nanti. Aisyah berencana bekerja lebih dulu, kemudian melanjutkan kuliah Diploma 3 secara bertahap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....