Kisah Pejuang Ekonomi Surabaya Bangkit Lewat Pemberdayaan
- 05 Feb 2026 07:25 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Suasana Balai RW 11 Jalan Indrapura, Kelurahan Tanjung Perak, berlangsung haru dan penuh semangat. Dalam Kelas Inspirasi Pemkot Surabaya, dua warga membagikan kisah bangkit dari kemiskinan menuju kemandirian ekonomi.
M. Prasanti Rahmawatun (58), warga Tanah Merah, menceritakan pengalaman hidup paling berat. Ia terpuruk setelah kehilangan anak perempuan dan terlilit utang bersama suaminya.
“Saat itu saya putus asa dan ingin menjual ginjal untuk bayar utang. Otak sudah buntu,” ucap Santi, Rabu, 4 Februari 2026.
Harapan muncul saat Santi bergabung UMKM Koperasi Sumber Mulia Barokah binaan Pemkot Surabaya. Awalnya hanya menjahit lurus, lalu mencoba menjadi tukang obras.
Upah pertamanya sebesar Rp90.000 per hari menjadi titik awal kebangkitannya. Melalui pelatihan, Santi menguasai berbagai teknik menjahit.
Kini, ia mampu meraih penghasilan ratusan ribu rupiah setiap hari. “Alhamdulillah rumah saya kembali dan bisa membeli mesin jahit modern,” ucapnya.
Ia bahkan mampu membeli sepeda lipat untuk menunjang aktivitas kerja. Menurutnya, usaha yang tekun tidak pernah mengkhianati hasil.
“Sekarang saya sudah bisa menabung dan hidup lebih tenang. Jangan putus asa, tetap berdoa dan bergerak,” katanya.
Kisah serupa datang dari Ma’ruf, warga Tenggumung, Surabaya. Ia sebelumnya bekerja serabutan sebagai tukang potong kain dengan penghasilan tidak menentu.
Perubahan terjadi setelah bergabung Koperasi Sumber Mulia Barokah binaan Pemkot Surabaya. Kini Ma’ruf menjadi bagian penting rantai produksi seragam.
“Dulu cari Rp1,5 juta butuh waktu berminggu-minggu. Sekarang saya bisa potong 1.000 baju sehari dan dapat Rp2 juta,” ucapnya.
Pendapatan tersebut berdampak besar bagi kesejahteraan keluarganya. Ma’ruf mampu menyekolahkan anak ke pesantren dan membantu ekonomi saudara.
“Tanggung jawab laki-laki itu berat, tapi jangan malu untuk memulai,” katanya. Ia menegaskan kerja keras menjadi kunci perubahan hidup.
Camat Pabean Cantian Muhammad Januar Rizal turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan kisah tersebut membuktikan program Pemkot berjalan nyata.
“Program pemberdayaan ini real dan berdampak menekan pengangguran serta kemiskinan,” katanya tegas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....