MBG Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Jatim, Sekda: UMKM Jadi Penggerak Rantai Pasok

  • 04 Jul 2026 09:47 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Keberhasilan Program MBG memerlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang optimal.
  • Program Makan Bergizi Gratis Jawa Timur mendorong pertumbuhan ekonomi melalui keterlibatan UMKM dalam rantai pasok penyediaan bahan pangan.
  • Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I 2026 mencapai 5,96 persen, didukung oleh peningkatan aktivitas ekonomi UMKM dari ekosistem Program MBG.
  • Program ini membuka peluang kerja baru mulai dari pengelola dapur, juru masak, pelayan, hingga petugas pendukung lainnya.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah membentuk Satuan Tugas MBG yang memantau pelaksanaan program setiap hari termasuk kualitas makanan, keamanan pangan, dan distribusi bahan baku.

RRI.CO.ID, Surabaya - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok penyediaan bahan pangan. Hal itu disampaikan Adhy, saat menghadiri Temu Ilmiah Nasional (TIN) II Tahun 2026 Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) di Surabaya, Jumat, 3 Juli 2026.

Menurut Adhy, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I 2026 mencapai 5,96 persen. Angka tersebut, kata dia, didukung meningkatnya aktivitas ekonomi dari UMKM yang menjadi bagian dari ekosistem Program MBG.

"Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur triwulan I sudah mencapai 5,96 persen. Salah satunya karena kontribusi ekonomi yang meningkat dari UMKM akibat ekosistem rantai pasok Program MBG," ujarnya.

Selain menggerakkan ekonomi, Adhy menilai program tersebut juga membuka peluang kerja baru. Kebutuhan tenaga kerja muncul mulai dari pengelola dapur, juru masak, pelayan, hingga petugas pendukung lainnya.

"Program ini melahirkan kesempatan pekerjaan yang luar biasa, sehingga pada akhirnya pendapatan masyarakat juga meningkat," katanya.

Adhy menegaskan keberhasilan pelaksanaan MBG membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, pemerintah, komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat harus bekerja bersama agar ekosistem program berjalan optimal.

"Ini program yang besar sehingga harus bersinergi dengan semua pihak. Ekosistem tidak akan bergerak kalau tidak ada kolaborasi," ucapnya.

Ia menjelaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah membentuk Satuan Tugas MBG yang diketuai Wakil Gubernur Jawa Timur. Satgas tersebut bertugas memantau pelaksanaan program setiap hari, mulai dari kualitas makanan bergizi, keamanan pangan, hingga distribusi bahan baku.

"Kami konsen menjaga agar setiap dapur menjalankan perannya dengan baik, tidak ada penyimpangan, serta memenuhi standar kesehatan, higiene, dan sanitasi," ujar Adhy.

Ia berharap masukan dari para ahli gizi dalam Temu Ilmiah Nasional Persagi dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Program MBG sehingga manfaatnya semakin besar bagi kesehatan masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....