Pemkot Surabaya Gelar Pasar Murah, Warga Kedung Cowek Antusias Berbelanja

  • 09 Jul 2026 16:37 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kamis, 9 Juli 2026. Kegiatan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya itu disambut antusias warga karena harga kebutuhan pokok lebih murah dibandingkan harga pasar.

Kepala DKPP Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan pasar murah bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menggerakkan perekonomian warga. "Jadi masyarakat bisa mendapatkan barang dengan harga yang terjangkau, terutama kebutuhan pokok seperti minyak, beras, dan gula. Itu kami jual dengan harga langsung dari distributornya," kata Nanik.

Selain menyediakan bahan kebutuhan pokok, Pemkot Surabaya juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar roda perekonomian masyarakat terus bergerak. "Kita juga memberdayakan masyarakat sekitar dengan produk-produk UMKM, sehingga mereka juga bisa terus berinovasi dan produktif, juga meningkatkan perekonomian di sekitar," ujarnya.

Nanik berharap kegiatan tersebut tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi warga. "Jadi masyarakat bisa lebih berdaya, dan bisa mendapatkan bahan pangan pokok yang harganya di bawah harga pasar," ucapnya.

Gerakan Pangan Murah itu melibatkan sejumlah mitra, di antaranya Surya Kreasi Pangan (KSP), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), PT Kebon Agung, PT Primafood International, Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS), dan PT RPH Surabaya Perseroda. Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasar, seperti Minyakita Rp15.000 per liter dan telur Rp12.000 per kemasan isi 10 butir.

Kepala Bidang Pangan DKPP Kota Surabaya, Muhammad Khusnul Amin, mengatakan seluruh komoditas dijual lebih murah dari harga pasar. Pembelian juga dibatasi agar lebih banyak warga dapat menikmati program tersebut.

"Memang sangat murah, tapi kita batasi maksimal membeli dua pack untuk satu warga. Makanya kita bagi, kalau diborong semua nanti habis," katanya.

Amin berharap Gerakan Pangan Murah dapat menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, dan membantu pengendalian inflasi di Kota Surabaya. "Jadi agar warga bisa membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga yang murah di bawah pasar dan terjangkau. Kami harap bisa berjalan terus dan ditingkatkan lagi, karena disambut antusias oleh warga," ucapnya.

Salah seorang warga, Musrifah, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia mengatakan harga minyak goreng yang dijual jauh lebih murah dibandingkan di pasaran.

"Ini Rp30 ribu dapat dua, karena Rp21 ribu kan kalau di pasar. Kami sangat terbantu dengan adanya pasar murah," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....