Pemprov Jatim Gandeng Persagi dan Kementerian UMKM Tingkatkan Kualitas MBG
- 04 Jul 2026 20:07 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat kolaborasi dengan Persagi dan Kementerian UMKM untuk meningkatkan kualitas Program Makan Bergizi Gratis melalui penguatan aspek gizi, keamanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
- Deputi Kementerian UMKM memberikan apresiasi atas pelaksanaan Program MBG yang berhasil melibatkan berbagai sektor dalam rantai pasok, mulai dari petani, nelayan, peternak, hingga pelaku UMKM.
- Kementerian UMKM menyiapkan tiga langkah utama yaitu memperkuat inkubator, memperkuat pendataan UMKM melalui platform SAPA UMKM, dan memperluas jejaring institusi pendidikan untuk menciptakan Nutripreneur yang kompetitif.
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat kolaborasi dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dan Kementerian UMKM untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), baik dari aspek gizi, keamanan pangan, maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengatakan keterlibatan para ahli gizi menjadi unsur penting dalam memastikan kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
"Program besar ini wajib melibatkan ahli gizi. Kami menunggu masukan dari para akademisi, praktisi, dan pakar mengenai apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengelolaan makanan bergizi," kata Adhy saat Temu Ilmiah Nasional Persagi di Surabaya.
Sementara itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, M. Riza Adha Damanik, mengapresiasi pelaksanaan Program MBG di Jawa Timur yang dinilai berhasil melibatkan berbagai sektor dalam rantai pasok. "Saya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas upaya luar biasa sehingga Program Makan Bergizi Gratis berjalan baik, termasuk dalam pelibatan UMKM pada rantai pasoknya," ujarnya.
Ia menjelaskan Program MBG telah menggerakkan berbagai sektor, mulai dari petani, nelayan, peternak, pekebun, pedagang pasar, hingga pelaku UMKM. "Program ini di satu sisi berkontribusi terhadap kesehatan generasi muda, di sisi lain mampu menggerakkan ekonomi daerah," katanya.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap kualitas penyelenggaraan Program MBG terus meningkat dengan dukungan tenaga ahli gizi, penerapan standar keamanan pangan, serta penguatan kapasitas UMKM sebagai penyedia bahan pangan bergizi. Ia menjelaskan, Kementerian UMKM menyiapkan tiga langkah utama untuk menciptakan Nutripreneur sebagai penopang UMKM yang terlibat dalam MBG.
Pertama, memperkuat program inkubator melalui pelatihan, pendampingan, dan perluasan akses usaha. "Kita tidak cukup hanya memberikan pelatihan, tetapi juga inkubasi, pendampingan, hingga memberikan aksesibilitas agar lahir wirausaha unggulan," ujarnya.
Langkah kedua adalah memperkuat pendataan pelaku UMKM melalui platform SAPA UMKM sebagai aplikasi resmi pemerintah untuk memetakan pelaku usaha dan membuka akses layanan yang lebih inklusif. Sementara langkah ketiga dilakukan dengan memperluas jejaring lembaga inkubator melalui kolaborasi bersama perguruan tinggi, politeknik kesehatan, dan institusi pendidikan yang memiliki konsentrasi pada bidang gizi dan kesehatan masyarakat.
Riza berharap kolaborasi tersebut dapat melahirkan UMKM masa depan yang memiliki daya saing, mampu membuka lapangan kerja, sekaligus mendukung penyediaan pangan sehat dalam Program MBG.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....