Dari Infak Rp25 Juta Sebulan, Masjid Akbar Nurul Cholil Terus Melayani Musafir
- 22 Jul 2026 14:49 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Setiap bulan, kotak infak Masjid Akbar Nurul Cholil mampu menghimpun dana rata-rata sekitar Rp25 juta. Jumlah tersebut bukan sekadar angka pemasukan, melainkan menjadi sumber pelayanan bagi ribuan jamaah dan musafir yang singgah di masjid megah yang berdiri di jalur nasional Bangkalan-Sumenep itu.
Dana infak tersebut tidak disimpan begitu saja. Pengelola mengembalikannya untuk kebutuhan jamaah, mulai dari penyediaan air minum gratis, kopi bagi pengunjung, biaya listrik, kebutuhan air, honor imam, petugas kebersihan, hingga pengembangan fasilitas masjid.
"Infak yang masuk digunakan kembali untuk melayani jamaah dan operasional masjid, termasuk pengembangan sarana agar pengunjung semakin nyaman," ujar Abdul Choliq, salah seorang petugas kebersihan Masjid Akbar Nurul Cholil.
Bagi pengelola, besarnya infak yang diterima merupakan amanah dari masyarakat. Sebab, masjid ini memang sejak awal dibangun bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai tempat persinggahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh.
Masjid Akbar Nurul Cholil berdiri di Poter Selatan, Desa Patemon, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, tepat di lintasan Jalan Nasional yang menghubungkan Surabaya dengan Madura bagian timur. Lokasinya yang strategis membuat masjid ini hampir tidak pernah sepi dari jamaah, terutama para pengendara dan musafir.
Di balik kemegahan masjid yang menyerupai arsitektur Masjid Nabawi, Madinah, terdapat kisah wakaf dari seorang pengusaha asal Bangkalan bernama H. Marsidin.
Sebelum dikenal sebagai pengusaha besi tua, H. Marsidin pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan. Setelah sukses dalam usaha, ia kemudian membangun masjid tersebut dan mewakafkannya kepada Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan.
Meski bangunan masjid tidak berada di dalam kawasan pondok, melainkan berdiri di pinggir jalan nasional yang digunakan masyarakat umum, status wakafnya tetap diperuntukkan bagi pondok pesantren dan kemanfaatannya dirasakan oleh banyak orang.
"Sebagian dari hasil infak masjid ini juga diamalkan untuk pondok," kata Abdul Choliq.

Menurutnya, pembangunan Masjid Akbar Nurul Cholil menjadi bentuk amal jariah sang pewakaf. Hingga kini, manfaatnya terus dirasakan oleh jamaah yang datang dari berbagai daerah.
Dengan ukuran bangunan sekitar 40 x 70 meter, masjid tersebut memiliki halaman luas dan berbagai fasilitas pendukung. Tersedia 20 toilet putra dan putri, 45 kamar mandi, 8 tempat buang air kecil, serta sekitar 80 tempat wudhu.
Fasilitas tersebut menjadi alasan banyak musafir memilih singgah. Tidak hanya untuk menunaikan salat, tetapi juga beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
"Airnya puas, tempat parkirnya luas," ujar Rafi'ie, warga Sumenep yang sering mampir di masjid tersebut.
Ia mengatakan, kenyamanan masjid terlihat dari perhatian pengelola terhadap fasilitas kecil yang sering dibutuhkan jamaah. Salah satunya kamar mandi yang tidak menggunakan ember, tetapi memakai bak keramik berukuran sekitar 2 x 1 meter dengan air yang tersedia melimpah.
"Toiletnya bersih dan airnya tidak pernah habis. Baknya besar dari keramik, jadi mandi juga lega. Tidak pakai ember," ujarnya.
Selain itu, jamaah juga disediakan tempat khusus untuk membasuh kaki setelah keluar dari area wudhu. Sementara di sekitar masjid terdapat warung makan dan pertokoan yang membantu memenuhi kebutuhan para pelintas.
"Di pinggir jalan juga ada warung makan. Setelah salat bisa langsung makan. Ibadah dapat, perut juga terisi," ujar Rudi, salah seorang pengemudi.
Saat ini, Masjid Akbar Nurul Cholil masih terus dikembangkan. Pengelola melakukan pembangunan lanjutan, terutama pada area parkir dan kompleks pertokoan di halaman utama sebelah timur.
Dari sebuah wakaf yang lahir dari kepedulian seorang pengusaha, Masjid Akbar Nurul Cholil kini tumbuh menjadi pusat pelayanan masyarakat. Infak yang terkumpul setiap bulan menjadi penggerak agar masjid tetap hidup, terbuka, dan terus memberikan manfaat bagi siapa saja yang singgah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....