Masjid Akhat Nurul Cholil di Tanah Merah Bangkalan (Foto:RRI/Ros)
RRI.CO.ID, Sumenep - Perjalanan dari Surabaya menuju Sumenep ataupun sebaliknya memang panjang. Di tengah lintasan Jalan Nasional, tepatnya di Poter Selatan, Desa Patemon, Kecamatan Tanah Merah, ada satu tempat yang selalu membuat pelintas menepi. Masjid Akbar Nurul Cholil berdiri dengan halaman luas, menyambut siapa saja yang ingin sholat sekaligus melepas lelah.
Bangunan masjid berukuran 40x70 meter itu tidak sekadar tempat ibadah. Arsitekturnya mengingatkan pada Masjid Nabawi, Mainan. Dengan tangga megah di bagian dalam yang kerap jadi latar foto para jamaah. Tidak heran jika setiap waktu sholat, masjid ini selalu ramai oleh warga lokal maupun musafir.
Yang membuat berbeda adalah fasilitasnya. Pengelola menyediakan 20 toilet putra dan putri, 45 kamar mandi, 8 tempat buang air kecil, serta 80 tempat wudhu. Jumlah itu membuat warga yang mampir tidak perlu mengantri, bahkan saat hari libur sekalipun.
"Airnya puas, tempat parkirnya luas," ujar Rafi'ie, salah seorang warga Sumenep, Minggu 12 Juli 2026, yang kerap singgah dan membuat orang betah berlama-lama, bukan hanya untuk sholat lima waktu.
Suasana bagian dalam masjid Nurul Cholil (Foto:RRI/Ros)
Toilet di masjid ini juga dibuat berbeda. Tidak ada ember di dalamnya. Sebagai gantinya, dibangun bak keramik berukuran sekitar 2x1 meter di setiap kamar mandi. Airnya melimpah dan mengalir terus, sehingga jamaah merasa bersih dan nyaman.
"Toiletnya bersih dan airnya tidak pernah habis. Baknya besar, dari keramik 2x1 meter, jadi kita mandi juga lega. Tidak pakai ember," kata Rafi'ie. Menurutnya, detail kecil seperti ini yang membuat musafir merasa dimuliakan saat singgah.
Sebelum keluar dari area wudhu, pengunjung juga dimanjakan dengan tempat khusus untuk membasuh kaki. Fasilitas kecil ini dianggap sangat syar'ie dan membantu jamaah menjaga kebersihan sebelum masuk ke ruang utama masjid.
Teh dan Kopi Hangat disiapkan gratis dibagian selatan dan utara masjid (Foto:RRI/Ros)
"Di pinggir jalan juga ada warung makan. Jadi habis sholat bisa langsung makan. Lengkap sudah, ibadah dapat, perut juga terisi," ucap Rudi, salah seorang Pengemudi. Deretan toko di sisi jalan utama itu memang sangat membantu warga yang sedang dalam perjalanan.
"Jangan lupa sisihkan infak terbaiknya, Agar operasional masjid biasa eksis melayani jemaah," katanya sambil tersenyum.