Pemkab Sumenep Libatkan Desa hingga Akademisi dalam Penyusunan RDTR

  • 07 Okt 2026 11:19 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk memastikan perencanaan tata ruang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Pelibatan tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan konsultasi publik Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sumenep di Kaberaz Luxury Hotel, Selasa 6 Oktober 2026.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, penyusunan RDTR tidak dapat dilakukan secara parsial karena berkaitan dengan berbagai kepentingan pembangunan.

Karena itu, pemerintah daerah melibatkan organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa, asosiasi, DPRD, hingga akademisi untuk memberikan masukan dalam proses penyusunan.

“Kegiatan FGD ini tentu strategis, khususnya bagi pemerintah daerah dalam rangka pembangunan Kabupaten Sumenep yang lebih baik,” kata Fauzi.

Menurutnya, komunikasi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk menyamakan persepsi sejak tahap penyusunan. Dengan demikian, berbagai persoalan yang berpotensi muncul setelah RDTR ditetapkan dapat diminimalkan.

Fauzi juga meminta perangkat daerah dan konsultan penyusun RDTR meningkatkan koordinasi dan merespons setiap persoalan secara cepat.

“Saya berharap seluruh perangkat daerah, Pak Sekda, dan pemangku kepentingan dalam rangka penyusunan RDTR ini harus terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan intens,” ujarnya.

Selain tata ruang, Pemkab Sumenep menempatkan KLHS sebagai bagian penting dalam proses penyusunan RDTR. Kajian tersebut diharapkan dapat memastikan aspek pembangunan berkelanjutan terintegrasi dalam perencanaan tata ruang.

Fauzi menegaskan, kesamaan persepsi antara pemerintah daerah, konsultan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar RDTR yang disusun dapat menjawab kebutuhan pembangunan Sumenep.

“Jadi nanti akan terjadi kesepahaman satu sama lain apabila sesuai dalam persepsi pemikiran,” ucapnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....