PLN dan SMKN 1 Kalianget Sinergi Cetak SDM Vokasi Berkompeten
- 22 Sep 2026 11:29 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Semangat gotong royong dan profesionalisme dalam bingkai Hari Kesaktian Pancasila menjadi fondasi kuat dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Manajemen Bengkel dan Budaya Kerja Industri di SMK Negeri 1 Kalianget. Kegiatan yang dihelat pada hari Senin, 21 September 2026 ini menghadirkan sinergi nyata antara dunia pendidikan kejuruan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
PT PLN (Persero) ULP Sumenep hadir langsung di sekolah untuk membagikan standar operasional kelas industri kepada para kepala program keahlian dan guru produktif Teknik Ketenagalistrikan (TKL). Sejumlah pejabat penting PLN yang hadir dalam forum ini meliputi Team Leader Pelayanan Pelanggan ULP Sumenep Richo Inzaghi Maulana Yusuf E., Team Leader K3LK ULP Sumenep Mohamad Rizki Ramadhan Ramadhani, serta Team Leader K3LK ULP Kepulauan Kangean Lingga Seta Saputra.
Kepala SMK Negeri 1 Kalianget, Zainul Sahari, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kolaborasi strategis ini. Menurutnya, penyelarasan kurikulum dan budaya kerja dari praktisi lapangan adalah kunci utama agar lulusan sekolah menengah kejuruan benar-benar siap diterjunkan ke dunia industri yang kompetitif. "Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Teori di kelas harus klop dengan kerasnya kedisiplinan di lapangan. Dengan masukan langsung dari teman-teman PLN—terutama terkait manajemen bengkel dan pengawasan melekat—guru-guru kami jadi punya standar industri yang jelas untuk diterapkan ke anak-anak setiap harinya," tutur Zainul.
Dalam pemaparannya, pihak PLN menekankan bahwa aspek non-teknis seperti work attitude (sikap kerja) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sering kali menjadi penentu utama dalam rekrutmen maupun penilaian kinerja di dunia kerja. Hard skill memang bisa dipelajari dengan cepat, tetapi kedisiplinan, kepatuhan pada SOP, serta tanggung jawab moral terhadap keselamatan kerja merupakan karakter yang harus dibentuk melalui kebiasaan sehari-hari di bengkel sekolah.
"Selama ini anak-anak kita mungkin jago secara teori dan instalasi dasar, tapi di industri kelistrikan, nyawa taruhannya kalau SOP dan kedisiplinan nomor kesekiankan. Makanya, kami di PLN merasa punya tanggung jawab moral untuk turun langsung menyamakan standar di bengkel sekolah ini, agar mental disiplin dan K3 sudah mendarah daging sejak mereka lulus," ujar Team Leader Pelayanan Pelanggan ULP Sumenep, Richo Inzaghi Maulana Yusuf E., di sela-sela kegiatan.
Diskusi interaktif ini berfokus pada tiga pilar utama industri kelistrikan:
- Implementasi K3 dan Sikap Kerja: Penekanan pada pentingnya kepatuhan mutlak terhadap prosedur keselamatan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta kesadaran penuh bahwa "hampir aman" bukanlah kondisi yang aman.
- Pengawasan Mutu (Quality Control): Peran guru sebagai supervisor di bengkel diibaratkan seperti pengawas lapangan di industri yang mengawal proses dari awal hingga akhir guna mencapai target zero defect.
- Optimalisasi Kinerja Tim: Strategi pembagian peran (job rotation) agar seluruh siswa tetap produktif dan terlatih memikul tanggung jawab penuh meskipun di tengah keterbatasan fasilitas.
Kaitannya dengan momentum Hari Kesaktian Pancasila, kolaborasi antara PLN dan SMK Negeri 1 Kalianget ini mencerminkan pengejawantahan nilai kebangsaan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Semangat persatuan dan kerja sama lintas sektor menjadi pilar penting untuk mencetak generasi muda yang tangguh, kompeten, serta memiliki integritas tinggi.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi observasi lapangan, di mana para narasumber dari PLN bersama pihak sekolah meninjau langsung tata letak, penerapan standar 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), serta iklim kerja di bengkel praktik TKL SMK Negeri 1 Kalianget. Dengan komitmen bersama ini, dunia pendidikan vokasi diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja andal berkarakter kuat demi masa depan bangsa yang hebat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....