BPBD Sumenep Waspadai Perubahan Status Kekeringan hingga Desember
- 17 Sep 2026 10:55 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep terus melakukan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Kepala BPBD Sumenep, Kamiluddin, mengatakan pihaknya mengerahkan dua armada setiap hari untuk mendistribusikan air bersih. Prioritas distribusi diberikan kepada desa-desa yang masuk kategori kering kritis.
"Untuk distribusi air kita tiap hari dua armada yang jalan. Kita lebih mengutamakan kepada desa-desa yang dalam kategori kering kritis," ujar Kamiluddin, Kamis 17 September 2026.
Ia menjelaskan sejumlah wilayah yang saat ini masuk kategori kering kritis di antaranya Desa Montorna, Prancak, Kombang, Poteran, dan Besoka di Kecamatan Rubaru. Selain itu, terdapat Desa Batu Putih Daya di Kecamatan Batu Putih yang juga menjadi sasaran utama distribusi air bersih.
Menurutnya, distribusi air juga dilakukan ke wilayah yang berstatus kering langka. Namun, penyalurannya tidak dilakukan setiap hari dan menyesuaikan dengan permintaan masyarakat.
"Untuk kering langka, kita juga lakukan distribusi, tapi tidak tiap hari sebagaimana di daerah kering kritis, sesuai permintaan," katanya.
Kamiluddin menambahkan, berdasarkan data tahun sebelumnya, terdapat dua desa yang sebelumnya berstatus kering kritis, namun tahun ini mengalami perubahan menjadi kering langka.
Salah satunya Desa Badur. Wilayah tersebut sebelumnya masuk kategori kering kritis, tetapi setelah dilakukan pengeboran sumber air, statusnya berubah menjadi kering langka.
Perubahan serupa juga terjadi di Desa Batang-Batang Daya, khususnya Dusun Tengghina. Wilayah tersebut sebelumnya masuk kategori kering kritis, namun sejumlah pengeboran yang dilakukan warga membuat kondisi ketersediaan air membaik.
"Di Desa Batang-Batang Daya, tepatnya di Dusun Tengghina, awalnya memang masuk kategori kering kritis. Namun saat ini karena di sana sudah banyak pengeboran-pengeboran di rumah warga sehingga berubah statusnya menjadi kering langka," ucapnya.
Meski demikian, BPBD Sumenep tetap mengantisipasi kemungkinan bertambahnya wilayah yang mengalami kekeringan kritis apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang. Jika kondisi kemarau masih berlangsung hingga Desember, tidak menutup kemungkinan terdapat desa yang mengalami peningkatan status kekeringan.
"Kalau sampai Desember ini kemarau masih berlangsung, bisa jadi ada juga desa yang kemudian naik menjadi kering kritis," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....