Membumikan Keteladanan Rasulullah dalam Keseharian

  • 15 Sep 2026 11:00 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang marak diselenggarakan di berbagai tempat hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Ustadz Achmad Syarif Fathoni, menegaskan bahwa esensi utama dari peringatan tersebut adalah meneladani seluruh akhlak dan perilaku Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadikannya cerita indah dalam pengajian.

Mengutip dua ayat terakhir Surat At-Taubah, Ustadz Syarif menjelaskan bahwa Rasulullah SAW diutus dari kalangan manusia biasa untuk memudahkan umat memahami syariat-Nya. Kehadiran beliau menjadi karunia terbesar yang menghapuskan kejahilan dan perbudakan, serta membawa kasih sayang yang amat besar bagi seluruh alam semesta.

“Rasa cinta Nabi yang begitu luas bahkan sudah tercurah kepada umatnya jauh sebelum mereka dilahirkan ke dunia,” katanya dalam program Mutiara Pagi, Selasa, 15 September 2026.

Meneladani Rasulullah SAW dapat dimulai dari hal-hal kecil di lingkungan keluarga dan diri sendiri. Contoh konkret yang dapat diterapkan antara lain membiasakan sholat berjamaah, bertutur kata santun, hingga meniru sikap beliau yang tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan.

Selain perbuatan, wujud pengorbanan juga dapat ditunjukkan melalui kepedulian sosial dan pemanfaatan harta di jalan Allah SWT. Ia mengingatkan kisah keteladanan Siti Khadijah RA yang menyerahkan seluruh kekayaannya demi mendukung perjuangan dakwah Islam.

“Semangat pengorbanan tersebut sepatutnya diimplementasikan masyarakat modern dengan membantu anak yatim, fakir miskin, dan para pengajar agama di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Konsep uswatun hasanah mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari cara makan, berinteraksi dengan sesama, hingga menyebarkan kedamaian. Masyarakat diharapkan tidak menjadikan figur luar sebagai panutan utama hingga melupakan keteladanan Nabi. Dengan mencontoh perilaku beliau secara konsisten, seorang muslim dapat membentengi diri dari pengaruh negatif dan menjalankan ajaran Islam secara utuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....