Hikmah Maulid: Meneladani Rasulullah dalam Membangun Pribadi yang Unggul

  • 08 Sep 2026 08:59 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali meneladani akhlak dan kehidupan beliau. Keteladanan Rasulullah dinilai relevan dalam membentuk pribadi unggul yang memiliki keimanan, kejujuran, kepedulian, serta tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Mutiara Pagi RRI bersama ustadz Abd. Sukkur Rahman, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, disampaikan pribadi unggul dalam perspektif Islam tidak hanya diukur dari kecerdasan, keberhasilan ekonomi, maupun kedudukan seseorang. Keunggulan seorang muslim juga tercermin dari akhlaknya, cara memperlakukan orang lain, serta kemampuannya menjaga hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Menurutnya, Rasulullah Muhammad SAW merupakan teladan terbaik dalam membangun karakter tersebut. Sejak sebelum menerima kenabian, Rasulullah telah dikenal masyarakat sebagai sosok yang jujur dan dapat dipercaya, sehingga mendapat gelar Al-Amin.

"Kunci utama masuk surga adalah cinta kepada Rasulullah dengan menjalankan segala sunnah-sunnahnya. Sunnah adalah jalan yang diridhoi Allah, keteladanan Rasulullah mengajarkan kita pentingnya kejujuran, amanah, kesabaran, dan kasih sayang. Nilai-nilai itu bukan hanya untuk dipelajari, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu hikmah penting dari peringatan Maulid adalah melakukan evaluasi terhadap diri sendiri. Umat Islam diajak tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadikan kecintaan kepada Rasulullah sebagai dorongan untuk memperbaiki perilaku dan meningkatkan kualitas kehidupan.

Menurut ustadz Sukkur, membangun pribadi unggul juga membutuhkan keseimbangan antara hubungan spiritual dan sosial. Seorang muslim tidak cukup hanya meningkatkan ibadah secara personal, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan, membantu sesama, menghormati perbedaan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Rasulullah SAW juga memberikan contoh bagaimana menghadapi perbedaan dengan sikap bijaksana. Karena itu, semangat Maulid dapat menjadi momentum memperkuat persaudaraan, menghindari permusuhan, serta membangun kehidupan masyarakat yang damai dan saling menghargai.

Peringatan Maulid pada akhirnya menjadi pengingat, semakin seseorang mengenal dan mencintai Rasulullah, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menghadirkan akhlak mulia dalam kehidupan. Meneladani Rasulullah bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadikan nilai-nilai keteladanan beliau sebagai pedoman untuk membangun pribadi unggul dan masyarakat yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....