Momentum Maulid Nabi, Umat Diajak Buktikan Cinta lewat Akhlak

  • 13 Sep 2026 02:25 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Bulan Rabiulawal menjadi momentum berharga bagi umat Islam untuk mengekspresikan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW melalui pembacaan salawat, kisah perjuangan Rasulullah, serta semaraknya majelis maulid. Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Ustadz Washilur Rahman, menyampaikan bahwa kecintaan kepada Nabi merupakan bagian pokok dalam keimanan.

"Namun rasa cinta tersebut tidak boleh hanya berhenti pada ucapan atau kemeriahan seremonial semata, melainkan harus dibuktikan dengan tindakan nyata," jelasnya dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Sumenep, Sabtu, 12 September 2026.

Dalam pandangannya, pengakuan cinta kepada Rasulullah SAW menuntut setiap Muslim untuk bersungguh-sungguh meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Ali 'Imran ayat 31, bukti cinta yang sejati adalah dengan mengikuti ajaran dan perilaku sosok yang dicintai.

Mengingat adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait hukum perayaan maulid, Ustadz Washilur mengimbau masyarakat agar tidak menjadikan hal tersebut sebagai pemicu perpecahan, melainkan memanfaatkannya sebagai sarana mempererat silaturahmi dan memperdalam sirah nabawiyah.

Untuk mengubah peringatan maulid dari sekadar acara tahunan menjadi gerakan moral, Ustadz Washilur menawarkan konsep transformasi lima tahapan sederhana. Kelima tahap tersebut meliputi tahu (mengenal ajaran Nabi), tersentuh (memasukkan pengetahuan ke dalam hati), teladan (memilih nilai Nabi sebagai model hidup), diterapkan (menerjemahkan keteladanan dalam aksi nyata), serta tebarkan (menjadikan akhlak Nabi sebagai sumber kemaslahatan bagi sesama).

"Pendekatan ini diharapkan mampu mencegah fenomena perubahan yang hanya terjadi pada kalender, bukan pada perilaku," tambahnya.

Ustadz Washilur juga mengingatkan pentingnya menghadirkan etika kenabian di era digital. Media sosial yang kini menjadi ruang publik baru perlu diisi dengan prinsip kejujuran, kasih sayang, dan penghormatan terhadap sesama, bukan fitnah atau ujaran kebencian. Membuktikan cinta kepada Nabi Muhammad SAW di masa kini berarti memanfaatkan teknologi secara bijak, memaafkan kesalahan orang lain, serta menjaga keluhuran akhlak baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun di ruang siber.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....