Hadapi Risiko Karhutla, Pemkab Sumenep Petakan Wilayah Rawan

  • 02 Sep 2026 02:12 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Kabupaten Sumenep meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan memperkuat pemetaan wilayah rawan serta pemantauan titik panas selama musim kekeringan 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 35 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan serta Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar dalam Kondisi Risiko Karhutla.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menginstruksikan jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait meningkatkan pengawasan di wilayah yang memiliki potensi kebakaran.

Menurutnya, inventarisasi dan pemetaan kawasan rawan diperlukan agar upaya pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara lebih terarah.

“Pihak terkait harus meningkatkan pengawasan dan patroli di wilayah yang dinilai rawan kebakaran demi mencegah Karhutla,” kata Achmad Fauzi, Selasa 1 September 2026.

Selain pemetaan wilayah, pemantauan terhadap titik panas dan potensi munculnya titik api dilakukan secara berkala. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat deteksi apabila terjadi indikasi kebakaran.

Pemkab Sumenep juga meminta kesiapan personel, sarana, prasarana, dan peralatan penanggulangan bencana ditingkatkan. Kesiapan tersebut diperlukan agar penanganan dapat segera dilakukan apabila terjadi kebakaran.

Bupati mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah, instansi vertikal, BUMN, BUMD, dunia usaha, masyarakat, relawan, akademisi, media, hingga pemangku kepentingan lainnya diminta mengambil peran sesuai kewenangannya.

Apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan, masyarakat dapat melaporkannya melalui Call Center 112, Satpol PP, atau BPBD Kabupaten Sumenep.

“Seluruh stakeholder dan jajaran terkait perlu memperkuat kerja sama dan koordinasi untuk mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin timbul selama musim kekeringan 2026,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....