Bukit Tawaf Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat Saronggi
- 30 Agt 2026 16:14 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Pengembangan Bukit Tawaf di Desa Pagarbatu, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi salah satu contoh pemanfaatan potensi wisata yang mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Destinasi wisata yang berada di kawasan perbukitan tersebut kini mendapat dukungan dari ratusan investor lokal. Keberadaan mereka turut menopang pengembangan dan pengelolaan kawasan wisata agar dapat terus berkembang.
Camat Saronggi, Arman Mustafa, mengatakan keterlibatan masyarakat melalui investasi lokal menjadi salah satu faktor yang mendukung keberlangsungan Bukit Tawaf.
“Lebih dari 600 investor lokal yang menopangnya. Alhamdulillah omzet tahun ini mencapai Rp1,4 miliar,” ujar Arman, Minggu 30 Agustus 2026.
Menurutnya, pendapatan yang diperoleh dari pengelolaan destinasi wisata tersebut tidak seluruhnya dibagikan. Sebagian keuntungan kembali dialokasikan sebagai modal untuk mendukung pengembangan usaha.Sementara sebagian lainnya digunakan sebagai mekanisme bagi hasil bagi pihak yang terlibat dalam pengelolaan dan investasi.
Arman menilai pola tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan destinasi wisata. Dengan pengelolaan yang terencana dan dukungan masyarakat, Bukit Tawaf diharapkan mampu terus memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
Potensi tersebut sekaligus diperkenalkan melalui ajang Madura Night Vaganza (MNV) 2026. Pemerintah Kecamatan Saronggi menjadikan stan pameran sebagai ruang promosi untuk mempertemukan potensi desa dengan masyarakat, wisatawan, maupun jejaring usaha.
Tidak hanya sektor pariwisata, stan Kecamatan Saronggi juga menghadirkan sejumlah produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Berbagai kuliner tradisional seperti gettas, onde-onde, dan jindul diperkenalkan kepada pengunjung sebagai bagian dari potensi ekonomi masyarakat Saronggi.
Arman berharap pengembangan wisata dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan UMKM sehingga manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh pengelola destinasi, tetapi juga masyarakat di sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....