Cegah Stunting sejak dari Ibu, Perhatikan Gizi, Sanitasi, dan Infeksi

  • 28 Agt 2026 13:19 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Stunting tidak selalu berawal ketika anak mulai tumbuh sebagai balita. Risiko gangguan pertumbuhan dapat dimulai sejak masa sebelum kehamilan dan selama ibu mengandung, sehingga kesehatan serta status gizi perempuan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting.

Kekurangan gizi pada ibu dapat memengaruhi kondisi kehamilan dan pertumbuhan janin. Ketika kebutuhan gizi ibu tidak terpenuhi dengan baik, janin berisiko mengalami hambatan pertumbuhan dan dapat lahir dengan berat atau ukuran tubuh yang lebih rendah.

Menurut Nunung Fitriana, Sekretaris Cabang Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Sumenep saat berdialog Indonesia sehat pada Jumat 28 Agustus 2026, persoalan stunting perlu dilihat secara lebih luas dan tidak hanya dikaitkan dengan pola makan anak setelah lahir. Perhatian terhadap kesehatan perempuan harus dilakukan sejak sebelum menikah, masa kehamilan, hingga setelah melahirkan.

Ia menilai kondisi kesehatan ibu memiliki hubungan erat dengan tumbuh kembang anak. Ibu yang mengalami kekurangan gizi dalam jangka panjang perlu mendapatkan perhatian karena kondisi tersebut dapat memengaruhi kesiapan tubuh dalam menjalani kehamilan serta memenuhi kebutuhan pertumbuhan janin.

Selain masalah gizi, sanitasi yang buruk juga menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan. Lingkungan yang tidak sehat, keterbatasan akses air bersih, serta pengelolaan sanitasi yang kurang baik dapat meningkatkan risiko infeksi yang pada akhirnya dapat mengganggu kondisi kesehatan ibu maupun anak.

Infeksi selama kehamilan juga perlu diwaspadai. Penyakit atau infeksi yang dialami ibu dapat memengaruhi kesehatan kehamilan, sehingga pemeriksaan kehamilan secara rutin menjadi penting untuk mengetahui dan menangani gangguan kesehatan sedini mungkin.

Nunung mengatakan, masyarakat juga perlu memahami adanya mata rantai antargenerasi dalam persoalan stunting. Perempuan yang mengalami stunting sejak masa anak-anak memiliki risiko lebih besar menghadapi masalah pertumbuhan dan kesehatan ketika dewasa, termasuk ketika memasuki masa kehamilan.

Kondisi tersebut tidak berarti ibu yang pernah mengalami stunting pasti melahirkan anak stunting. Namun, status gizi dan kesehatan ibu sebelum serta selama kehamilan merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi pertumbuhan janin dan risiko bayi lahir dengan kondisi kurang optimal.

Karena itu, pencegahan stunting seharusnya tidak hanya diarahkan kepada balita. Edukasi gizi bagi remaja putri, pemeriksaan kesehatan calon ibu, pemenuhan gizi selama kehamilan, pemeriksaan kehamilan, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta akses terhadap air bersih dan sanitasi merupakan bagian dari upaya yang saling berkaitan.

Menurut Nunung, perempuan juga perlu ditempatkan sebagai bagian penting dalam strategi pencegahan stunting. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, kesehatan selama kehamilan, dan pengasuhan anak perlu diperkuat agar keluarga mampu mengambil keputusan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Pencegahan stunting pada akhirnya bukan hanya persoalan memberikan makanan bergizi kepada anak. Membangun generasi sehat harus dimulai dari menjaga kesehatan perempuan, menciptakan lingkungan yang bersih, mencegah infeksi, dan memastikan ibu mendapatkan dukungan yang memadai sejak sebelum kehamilan hingga anak tumbuh dan berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....