Launching MBG 3B di Ganding, Perkuat Upaya Pencegahan Stunting sejak 1.000 HPK

  • 30 Mei 2026 09:18 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) 3B bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD mulai dilaksanakan di Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep. Peluncuran perdana program tersebut berlangsung di Desa Bataal Timur dan Desa Ketawang Daleman.

Kegiatan launching yang digelar pada Senin 25 Mei 2026 itu dihadiri oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kecamatan dan desa, serta melibatkan berbagai unsur pendukung program, mulai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Tim Pendamping Keluarga (TPK), puskesmas, kader posyandu, hingga pemerintah desa.

Penyerahan bantuan makanan bergizi dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ganding bersama Kepala Puskesmas setempat dari pihak SPPG kepada kader TPK dan kader posyandu untuk kemudian disalurkan kepada kelompok sasaran 3B.

Dalam sambutannya, Sekcam Ganding yang mewakili Penjabat Camat menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, MBG 3B merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi kelompok rentan sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting.

“Keberhasilan program membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat agar distribusi bantuan dapat berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai ketentuan,” Katanya tegas, pada Sabtu 30 Mei 2026.

Program MBG 3B difokuskan pada peningkatan pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai kelompok yang rentan mengalami masalah gizi. Selain itu, program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mencegah dan menurunkan stunting melalui pemberian makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi penerima manfaat.

Pelaksanaan program juga diarahkan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mencegah anemia dan kekurangan energi kronis pada ibu hamil, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita agar optimal sesuai usianya.

Melalui program ini, pemerintah berharap status gizi ibu dan anak semakin baik, risiko stunting menurun, serta meningkatnya kesadaran keluarga mengenai pentingnya pola makan bergizi seimbang. Pada akhirnya, upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045. (Sri Handayani/RRI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....