BMKG Sumenep Prediksi Hujan Lokal Masih Berpotensi Terjadi

  • 12 Agt 2026 13:44 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Masyarakat Kabupaten Sumenep diminta tetap mewaspadai potensi hujan lokal meskipun wilayah Madura saat ini memasuki periode musim kemarau.

Kepala BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, mengatakan hujan yang terjadi pada Senin dini hari menjadi salah satu indikasi bahwa potensi pertumbuhan awan konvektif masih ada di wilayah Madura.

“Berdasarkan catatan BMKG, hujan tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 dan menghasilkan curah hujan sebesar 1,4 milimeter,” katanya, Rabu 12 Agustus 2026.

Ari menjelaskan, hujan dipicu adanya belokan serta pelemahan angin pada malam hari. Kondisi tersebut, ditambah suhu muka laut yang masih relatif hangat, dapat memicu pertumbuhan awan konvektif dan menghasilkan hujan bersifat lokal.

Menurutnya, kondisi suhu muka laut di sekitar Madura saat ini mulai mengalami penurunan dan wilayah yang suhunya relatif hangat juga semakin menyempit. Namun, kawasan sekitar Madura masih memiliki suhu laut yang cukup hangat untuk mendukung terbentuknya awan hujan.

“Kalau terjadi belokan seperti gangguan yang saat ini dan obstacle atau perbukitan yang ada di Madura, itu akan memicu hujan-hujan lokal,” ujar Ari.

Ia menyebut fenomena hujan lokal juga sempat terpantau di sejumlah wilayah Madura beberapa hari sebelumnya. Meskipun berlangsung singkat, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya petani tembakau yang sedang memanfaatkan musim kemarau.

Ari mengimbau masyarakat tidak terlena dengan kondisi kemarau karena hujan lokal masih mungkin terjadi. Petani disarankan melakukan langkah antisipasi untuk melindungi hasil pertanian, termasuk saat proses pengeringan.

Menurutnya, masyarakat tetap perlu mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca secara cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....