Halo RRI: Warga Montorna Keluhkan Kekeringan, BPBD Sumenep Rutin Dropping Air

  • 11 Agt 2026 13:15 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Warga Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, melaporkan kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau. Laporan tersebut disampaikan Saleh melalui program Halo RRI Senin, 10 Agustus 2026.

Saleh mengatakan, kondisi kekeringan membuat warga membutuhkan bantuan dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kami membutuhkan dropping air bersih karena sumber air warga mulai sulit,” ujarnya.

Halo RRI meneruskan laporan tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep. Menanggapi laporan tersebut, Sekretaris BPBD Kabupaten Sumenep, Abd. Kadir, mengatakan dropping air telah dilakukan sejak 19 Juli 2026. BPBD mendistribusikan sekitar 6.000 liter air dalam setiap kali dropping.

“Sejak 19 Juli kami setiap hari melakukan dropping air bersih, sekali dropping 6.000 liter,” kata Abd. Kadir. Air tersebut digunakan warga untuk kebutuhan mandi, mencuci dan memasak.

Abd. Kadir menjelaskan, Montorna menjadi salah satu titik kering kritis yang telah dimitigasi BPBD Sumenep. Selain Montorna, dropping air juga dilakukan ke wilayah Prancak dan Talango.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi sumber air warga yang berasal dari sumur tadah hujan. Saat memasuki musim kemarau, sumur tersebut langsung mengalami kekurangan air sehingga kebutuhan masyarakat sulit terpenuhi.

Untuk solusi jangka panjang, BPBD mendorong pengeboran sumber air. Abd. Kadir mencontohkan kawasan Badur yang sebelumnya masuk wilayah kering kritis, namun kini tidak lagi mengalami kekeringan setelah dilakukan pengeboran hingga kedalaman sekitar 100 meter.

Sementara di Montorna, upaya pengeboran sebelumnya telah dilakukan hingga kedalaman sekitar 120 meter. Namun, sumber air belum ditemukan sehingga diperlukan pengeboran lebih dalam untuk mendapatkan sumber air.

BPBD mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Warga yang membutuhkan bantuan dropping air bersih dapat melapor melalui call center 112 untuk ditindaklanjuti petugas.

Halo RRI menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, informasi, maupun persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah dan instansi terkait. Setiap laporan masyarakat kemudian diteruskan kepada pihak berwenang untuk mendapatkan tanggapan dan tindak lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....