Arasa Sociopreneur dan Yappika ActionAid Buka Eco Learning School 2026
- 11 Agt 2026 03:20 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Komunitas Arasa Sociopreneur Action bersama Yayasan Yappika ActionAid resmi memulai program Eco Learning School 2026 di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sumenep, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Pembukaan program edukasi lingkungan tersebut ditandai dengan Workshop Krisis Iklim dan Darurat Sampah, yang menghadirkan Fungsional Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep, Andritiyas Nurikayanti.
Founder Arasa Sociopreneur Action, Machallafri Iskandar, mengatakan pemilihan TPA Sumenep sebagai lokasi pembukaan sengaja dilakukan agar peserta dapat melihat secara langsung persoalan sampah yang dihadapi.
Menurutnya, Eco Learning School tidak hanya menjadi ruang pembelajaran teori, tetapi juga mendorong peserta menghasilkan aksi nyata di lingkungan sekolah dan komunitas.
"Eco Learning School bukan sekadar tempat belajar teori, melainkan ruang aksi nyata. Kami ingin para siswa dan guru yang hadir di sini menjadi agen perubahan yang membawa solusi konkret atas permasalahan sampah di sekolah dan komunitas masing-masing," ujar Machallafri.
Program yang berlangsung Juli hingga September 2026 tersebut diikuti lima sekolah di Kabupaten Sumenep, yakni SMAN 3 Sumenep, SMK Al Karimiyyah, SMAN Gapura, SMKN 1 Sumenep, dan MAN Sumenep.
Masing-masing sekolah mengirimkan delapan siswa dan dua guru pendamping. Selama Agustus, peserta mengikuti kegiatan setiap akhir pekan dengan berbagai materi pengelolaan lingkungan dan persampahan.
Materi yang diberikan antara lain budidaya maggot untuk pengolahan sampah organik, tata kelola bank sampah, hidroponik, hingga konservasi ekosistem mangrove.
Selain pelatihan, program ini juga memberikan dukungan sarana. Lima sekolah peserta nantinya akan memperoleh hibah berupa fasilitas dan peralatan bank sampah untuk mendukung pemilahan serta pengelolaan sampah secara mandiri.
Machallafri berharap kolaborasi Arasa Sociopreneur Action dan Yappika ActionAid mampu mendorong lahirnya gerakan lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Sumenep.
Melalui monitoring dan evaluasi hingga September 2026, Eco Learning School diharapkan dapat menjadi salah satu model pengembangan sekolah ramah lingkungan atau green school di Sumenep.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....