Kemenag Sumenep Dorong GEBER MAS Jadi Budaya Pengabdian ASN

  • 11 Agt 2026 00:51 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lenteng terlibat langsung dalam kegiatan GEBER MAS (Gerakan Bersih-bersih Masjid) di Masjid Al-Ikhlas, Senin 10 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenag Sumenep menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan rumah ibadah sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong di kalangan aparatur.

“Kami mengapresiasi keterlibatan seluruh ASN KUA Kecamatan Lenteng yang telah menunjukkan kepedulian melalui aksi sosial,”ujarnya.

Menurutnya, tugas ASN Kemenag tidak hanya berkaitan dengan pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

Ia menilai kegiatan membersihkan masjid memiliki makna lebih dari sekadar menjaga lingkungan. Aktivitas tersebut dapat menjadi bentuk amal dan pengabdian apabila dilakukan dengan ketulusan serta dilandasi niat untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam beribadah.

"Kebersihan masjid merupakan salah satu bagian penting dalam menciptakan suasana yang nyaman bagi umat ketika beribadah. Kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya keikhlasan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan," kata Abdul Wasid.

Ia berharap gerakan GEBER MAS dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkembang menjadi kebiasaan positif di lingkungan Kemenag Sumenep. Semangat tersebut sejalan dengan nilai PATAS, yakni pelayanan cepat, tuntas, dan ikhlas yang menjadi salah satu komitmen Kemenag Sumenep.

Abdul Wasid menambahkan, budaya kerja yang mengedepankan integritas, kepedulian, gotong royong, dan pelayanan prima perlu terus diperkuat di lingkungan Kemenag. Nilai tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Melalui gerakan tersebut, Kemenag Sumenep optimistis semangat pengabdian ASN dapat semakin kuat dan berkelanjutan. Hal itu sekaligus mendukung komitmen institusi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....