Melawan Penjajahan Digital Melalui Benteng Iman Keluarga
- 10 Agt 2026 10:30 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Di era modern saat ini, bentuk ancaman terhadap kedaulatan bangsa telah bergeser dari fisik menjadi serangan digital yang tak kasat mata. Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Ustadz Abdul Mufid, menegaskan bahwa jika 80 tahun lalu para pahlawan berjuang melawan penjajahan fisik, maka masyarakat hari ini dihadapkan pada ancaman penjajahan algoritma melalui perangkat gawai (gadget).
Dalam siaran Mutiara Pagi Pro 1 RRI Sumenep, Ustadz Abdul Mufid menjelaskan bahwa ancaman digital ini masuk secara sangat halus untuk menguasai pola pikir dan kedalaman hati manusia.
"Berbagai konten negatif seperti pornografi, judi online, narkoba digital, hingga paham yang bertentangan dengan norma seperti LGBT berseliweran bebas di internet dan berpotensi menghancurkan tatanan moral keluarga dalam waktu singkat," jelasnya, Senin, 10 Agustus 2026.
Kerja algoritma media sosial yang secara konstan menyajikan konten berulang sesuai riwayat pencarian kerap menjebak pengguna dalam candu digital. Hal ini berisiko memicu kerusakan ekonomi keluarga akibat judi online, hingga timbulnya kecanduan konten yang merusak fungsi syaraf berpikir serta mengikis nilai-nilai akhlak pada generasi muda.
Dampak paling berbahaya dari maraknya penggunaan gawai tanpa kendali adalah terciptanya fenomena "satu rumah empat dunia", di mana setiap anggota keluarga sibuk dengan gawainya masing-masing. Kondisi tersebut mematikan komunikasi internal, menghentikan proses transfer ilmu dan nilai akhlak, hingga mengakibatkan keluarga serta generasi muda kehilangan arah dan orientasi hidup.
Guna membendung ancaman penjajahan era baru ini, Ustadz Mufid menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng pertahanan terakhir yang utama. Rumah tangga diibaratkan sebagai miniatur suatu negara, sehingga kemerdekaan spiritual dan moral suatu bangsa sangat ditentukan oleh ketahanan serta keharmonisan di dalam tatanan rumah tangga.
Mengakhiri penyampaiannya, ia mengingatkan pesan Al-Qur'an Surat At-Tahrim ayat 6 tentang kewajiban menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Dalam konteks masa kini, api neraka tersebut diwujudkan dalam bentuk godaan digital yang mampu membakar benteng iman, sehingga penguatan nilai agama di lingkungan keluarga menjadi harga mati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....