Menjadi Bijaksana dengan Manajemen Empat Waktu dalam Islam
- 07 Agt 2026 08:20 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Kesibukan dan tuntutan hidup sering membuat seseorang kehilangan keseimbangan. Islam mengajarkan pentingnya mengelola waktu secara bijaksana agar kehidupan tidak hanya produktif, tetapi juga bernilai ibadah. Salah satu konsep yang dapat diterapkan adalah membagi hidup ke dalam empat momen penting yang saling melengkapi.
Saat Mutiara Pagi RRI, Rabu, 5 Agustus 2026, Ustadz Romaiki Hafni, Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, membahas topik ini. Menurutnya, empat momen tersebut meliputi waktu bermunajat kepada Allah SWT, waktu mengintrospeksi diri, waktu bersama sahabat yang jujur, serta waktu menikmati hal-hal yang halal dan baik.
Ia menjelaskan, momen pertama yakni waktu bermunajat kepada Allah SWT. Seorang muslim dianjurkan menyediakan waktu khusus untuk salat, berdoa, membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan mendekatkan diri kepada-Nya. Di tengah kesibukan dunia, munajat menjadi sumber ketenangan yang mampu menguatkan hati sekaligus mengingatkan bahwa setiap urusan pada akhirnya bergantung kepada Allah SWT.
“Yang kedua adalah waktu mengintrospeksi diri atau muhasabah. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan sehingga perlu mengevaluasi ucapan, sikap, maupun perbuatannya setiap hari. Dan muhasabah ini, membantu seseorang untuk memperbaiki kekurangan, mensyukuri nikmat yang diterima, serta menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya menambahkan.
Romaiki melanjutkan tentang manajemen waktu dalam Islam yang ketiga adalah meluangkan waktu bersama sahabat yang jujur. Dalam Islam, lingkungan pergaulan memiliki pengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. Sahabat yang baik akan mengingatkan ketika berbuat salah, memberikan nasihat dengan tulus, serta mendorong untuk tetap berada di jalan kebaikan tanpa merasa sungkan menyampaikan kebenaran.
“Momen yang keempat yakni menikmati kenikmatan yang halal, seimbang dan tidak berlebiham. Islam tidak melarang umatnya menikmati rezeki, beristirahat, berekreasi, maupun berkumpul bersama keluarga selama dilakukan dalam batas yang dibenarkan syariat,” ujarnya.
Waktu istirahat yang cukup dan hiburan yang positif justru membantu menjaga kesehatan fisik, menyegarkan pikiran, dan meningkatkan semangat dalam beribadah maupun bekerja. Keempat momen tersebut perlu dijalankan secara seimbang.
Terlalu sibuk bekerja tanpa menyediakan waktu beribadah dapat membuat hati menjadi kering. Sebaliknya, mengabaikan kebutuhan fisik, keluarga, dan hubungan sosial juga dapat mengganggu kualitas hidup. Keseimbangan inilah yang menjadi salah satu ajaran penting dalam Islam.
Dengan menerapkan manajemen empat waktu, seorang muslim diharapkan mampu menjalani kehidupan secara lebih bijaksana. Hubungan dengan Allah SWT tetap terjaga, kepribadian terus berkembang melalui muhasabah, persahabatan menjadi sarana saling mengingatkan dalam kebaikan, dan kenikmatan hidup dinikmati secara halal serta penuh rasa syukur. Itulah keseimbangan hidup yang menjadi salah satu kunci meraih kebahagiaan di dunia sekaligus keselamatan di akhirat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....